Selasa, 28 Juni 2011

Inositol dan Manfaatnya

Inositol masih merupakan bagian dari vitamin B kompleks. Zat ini dapat membantu menurunkan tingkat kolestrol, meningkatkan kesehatan rambut dan mencegah kerontokan rambut yang berlebihan. Inosito dapat membatu menindak balas eksema dan membantu menyebarkan lemak pada tubuh. Selain itu juga membantu mencegah sembelit.
Kekurangan inositol dapat menyebabka eksema dan kerontokan rambut yang tidak normal (alopesia).
Sumber inosital yang paling baik terdapat pada ragi, kol, semangka, anggur, kacang wijen (dikeringkan), sirup, kacang-kacangan, ksimis dan benih gandum.

Kholin dan Manfaatnya

Kholin adalah bagian lain dari vitamin B Kompleks. Zat ini membantu mengontrol kolestrol dan jaringan saraf khususnya yang berkaitan dengan daya ingat. Kholin membantu menghilangkan racun dan obat pada system melalui hati.
Kekurangan kholin dapat menyebabkan penyakit hati, mengerasnya pembuluh arteri dan mungkin menyebabkan penyakit Alzheimer.
Sumber kholin yang bik mencakup kuning telur, sayran yang berdaun hijau dan benih gandum.

Biotin (Koenzin R, Vitamin H) dan Manfaatnya

Biotin dikatkan dengan vitamin B kompleks dan penting pemanfaatkan kelompok vitamin ini secara efektif. Selain penting untuk metabolisme karbohidrat, biotin diperlukan untuk menjaga kesehatan system syaraf, dan dapat membantu timbulnya uban dan rambut rontok secara berlebihan. Biotin juga berguna untuk meredakan radang kulit dan sakit pada otot.
Kekuran biotin dan menyebabkan eksema pada wajah dan tubuh, kehilangan nafsu makan, insomnia, lekas marah, depresi dan kehausan yang berlebihan. Sumber biotin yang baik terdapat pada ragi, beras merah, kuning telur, buah-buahan segar, tumbuhan polong,kacang-kacangan, benih gandum dan padi-padian.

Vitamin B15 (Asam Pangamic) dan Manfaatnya

Vitamin B15 memperpanjang jangka hidup sel. Zat ini menurunkan tingkat kolestrol dalam darah dan menghilangkan gejala kejang jantung dan asma. Zat ini melindungi kita dari polusi, membantu mencegah sirosis hati, menetralisir kecanduan alcohol dan membantu mencegah perasaan sakit pada waktu bangun pagi setelah minum minuman keras terlalu banyak. Vitamin B15 mempercepat menghilangkan lelah, merangsang respon kekebalan tubuh dan membatu mengumpulkan protein,
Kekurangan Vitamin B15 dapat dikaitkan dengan penyakit kelenjar dan syaraf, penyakit hati dan berkurangnya kadar oksigen pda jaringan tubuh.
Vitamin ini dapat diperoleh dari ragi, beras merah, biji labu, biji wijen dan padi-padian.

Vitamin B12 (Cobalamin, Cyano-cobalamin) dan Manfaatnya

Vitamin B12 penting untuk menghasilkan dan meregenerasi sel darah merah. Zat ini membantu mempertahankan kesehatan system saraf dan berguna untuk meningkatkan daya ingat, koinsentrasi dan keseimbangan. Vitamin B12 penting untuk pemanfaatan lemak, karbohiodrat dan protein dalam tubuh secara sempurna, dan juga dapat memperbaharui system kekebalan. Wanita mungkin merasa vitamin ini sangat berguna pada saat sebelum dan ketika mengalami menstruasi.
Kekurangan vitamin B12 dapat mengakibatkan anemia atau penyakit pada otak. Sumber vitamin B12 yang baik terdapat pada telur, susu, dan tempe. Vitamin B12 juga dikumpulkan oleh bakteri usus.

Vitamin B9 (Folat, Falacin, Asam Folic) dan Manfaatnya

Vitamin B9 penting untuk fungsi system yang normalyang bertanggung jawab terhadap produksi dan perkembangan sel darah. Zat ini memainkan peranan yang pentingdalam menjaga system kekebalan agar bekerja secara efektif dan dapat digunakan sebagai penghilang rasa sakit. Jika digunakan bersamaan dengan vitamin B5 dan PABA (asam para-aminobenzoid), vitamin B9 dapat menunda tumbuhnya uban.
Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan anemia, gejalah kelelahan dan nafas yang memendek. Zat ini juga dapat memperbaruhi susunan sel yang melawan penyakit pada tubuh dan dapat menyebabkan kerontokan rambut yang berlebihan.
Sumber vitamin B9 yang baik mencakup: apricot, alpukat, kacang-kacangan, wortel, kuning telur, sayuran berdaun hijau, bawang hijau, labu, tempe, padi dan produk padi lainnya.

Vitamin B6 (Pyridoksin) dan Manfaatnya

Pyridoksin penting untuk mempertahankan kekebalan terhadap penyakit. Zat ini dibutuhkan untuk mencernakan protein dan lemak secara sempurna dan untuk memproduksi hormone . Pyridoksin membantu mengubah tryptophan (asam amino yang penting) menjadi niasin, untuk membantu mencegah berbagai penyakit saraf dan kulit serta mengurangi nausea (rasa mual). Selain itu juga meningkatkan sintesis pada asam nukleik anti-ketuaan, dan membatu mengurangi kram pada kaki, kekejangan otot pada malam hari, kelumpuhan tangan dan peradangan syaraf pada kaki dan tangan. Tambahan fungsi vitamin B6 adalah sebagai diuretic (zat yang meningkatkan pengeluaran kencing).
Kekurangan pyridoksin dapat menyebabkan anemia, ketombe, masalah kulit dan radang saraf, kehilangan nafsu makan, nausea, muntah-muntah dan radang pada lidah.
Sumber pyridoksin yang baik mencakup: apel, asparagus, alpukat, pisang, sirop hitam, ragi, beras merah, tepung terigu, kol, semangka, wortel, telur, kacang filbert, sayuran berdaun hijau , susu, kacang polong, buah prem, kismis, biji bunga matahari, tomat, benih gandum, padi dan produk padi lainnya.