VIVAnews - Hampir semua wanita menginginkan wajah cantik dan bersinar. Namun, alih-alih memperoleh penampilan sempurna, banyak yang justru melakukan perawatan dan memiliki kebiasaan yang malah merusak kecantikan alami.
Ada beberapa kebiasaan buruk yang berpotensi merusak kecantikan. Ini tujuh di antaranya, seperti dikutip dari Body and Soul.
Penggunaaan exfoliator
Menggunakan kosmetika yang menggunakan bahan pengelupas alfa dan beta hidroksi harus digunakan dengan hati-hati. "Terlalu sering digunakan akan melukai kulit, menyebabkan kekeringan dan kulit mengelupas," kata dermatolog Dr Jo-Ann See.
Dia menyarankan untuk menggunakan dua jenis kosmetika dengan asam berkonsentrasi asam rendah untuk meningkatkan kekuatan kulit secara bertahap. Sebelum menggunakan kosmetika berbahan asam, keringkan kulit dan gunakan tabir surya.
Over-scrubbing
Pemilik kulit berminyak, bernoda, atau kering sering menggosok wajah dengan keras atau terlalu lama. "Ini akan menghilangkan air dari kulit dan mengurangi kelembaban," kata dokter kosmetik Dr Mei Marr. "Sehingga akan memudahkan penyebaran bakteri dan risiko infeksi."
Untuk itu, hindari kosmetika dan perawatan berbahan keras dan batasi hanya menggunakannya tiga kali sehari.
Menghindari asupan vitamin
Setelah usia 35 tahun, kulit semakin sulit merespons krim perawatan. Sehingga diperlukan asupan vitamin untuk mempertahankan kondisi kulit. "Vitamin A membantu mengurangi kerutan, perubahan tekstur dan kerusakan akibat sinar matahari," ujar pakar kosmetik Lisa Duane.
"Vitamin C dan E mencegah peradangan. Vitamin C juga meningkatkan kecerahan dan tekstur kulit," dia menambahkan.
Tidak memakai tabir surya
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah tak menggunakan tabir surya sebelum mengenakan make up. "Matahari menekan kekebalan dan menghancurkan sel-sel yang melindungi kulit," kata Dermatolog Dr Doris Day.
Dia menambahkan, "Perlindungan harian memberi pengaruh yang luas dan sangat penting."
Tidak memakai pelembab
Para pemilik kulit berminyak umumnya menghindari pemakaian pelembab karena berpikir akan menyeimbangkan kulit. Ini keliru. Manajer pelatihan kulit Biocosmetik Spiller Sue Dann mengatakan, "Kulit memproduksi minyak berlebih untuk menghilangkan kekeringan kulit."
Pemilik kulit berminyak sebaiknya menggunakan pelembab ringan berbasis minyak yang mempertahankan kelembaban kulit.
Olahraga mengenakan make up
Saat berolahraga, wajah dan tubuh akan berkeringat. Dan, kosmetika yang dikenakan akan membuat bakteri terjebak dan berbaur dengan sebum. " Akibatnya dapat menutup pori-pori dan menimbulkan jerawat," ujar spesialis jerawat Dee Davies.
Kosmetika yang dapat digunakan selama olahraga adalah tabir surya dan handuk bersih untuk menyeka keringat.
Dermal Filler Berlebihan
Suntik botox dan dermal filler adalah cara instan yang fantastis untuk mengurangi penuaan. Tapi jangan melakukan perawatan ini berlebihan. "Keriput akan menghilang, tetapi saat produk dimetabolisme tubuh, kerutan akan kembali muncul," kata Dr Gabrielle Caswell, presiden Asosiasi Dokter Kosmetik Australasia.
Sehingga banyak wanita tergoda untuk melakukan perawatan berlebihan agar hasilnya lebih tahan lama. "Sebaiknya konsultasikan seperti apa Anda terlihat sebelum dan setelah prosedur."
Beberapa kebiasaan buruk lainnya:
-Menggunakan lipstik warna cokelat, yang membuat seseorang tampak lebih tua
-Memencet jerawat, karena akan meninggalkan bekas luka dan noda
-Tidur menggunakan make up sehingga tidak memungkinkan kulit bernapas dan regenerasi
-Tak berolahraga, karena tubuh memerlukan aliran darah yang baik. Olahraga tiga kali dalam seminggu membantu memperbaiki kecantikan
• VIVAnews
Selasa, 29 November 2011
Kontroversi Permen Virus Cacar Air
VIVAnews - Otoritas kesehatan Amerika Serikat mengutuk peredaran permen mengandung virus cacar air. Kampanye pencegahan cacar air dengan vaksin pun digalakkan agar masyarakat tak semakin sesat.
Dr Elaine Schulte, pakar kesehatan anak di Cleveland Clinic Children’s Hospital, mengatakan bahwa vaksin tak hanya melindungi anak dari serangan virus cacar air, tapi juga mencegah terjadinya penularan.
Vaksin cacar air sudah ada sejak 1995. Bisa diberikan untuk anak mulai usia 12 bulan. Berdasarkan data antara tahun 1995 dan 2008, penggunaan vaksin ampuh menurunkan kasus cacar air hingga 2009.
"Anak yang sudah mendapat vaksin kecil kemungkinannya terserang cacar air. Kemungkinan terserang memang masih ada, tapi sangat kecil peluangnya," kata Schulte.
Schulte menegaskan bahwa vaksin cacar air adalah cara terbaik untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Bukan dengan sengaja menulari anak dengan virus cacar air hanya agar tak terkena di usia dewasa.
Kampanye mengenai vaksin cacar air kembali gencar setelah Wendy Werkit, seorang warga asal Nashville, Amerika Serika, sengaja menciptakan permen yang terpapar virus cacar air. Permen ini ditawarkan untuk para orangtua yang menghendaki anaknya segera mengalami cacar air di usia dini.
Werkit terinspirasi menjual produk tersebut karena melihat sejumlah orangtua frustasi melihat anaknya tak kunjung mengalami cacar air.
Menempatkan iklan produknya di Facebook, wanita itu menjajakan dagangannya seharga US$50 atau sekitar Rp450 ribu melalui transaksi online PayPal. Ia menekankan niatnya untuk membantu anak-anak 'menjemput' virus itu segera, karena jika mengalaminya di usia dewasa lebih berbahaya.
Dalam pikirannya, mengalami cacar air di masa dewasa menyiksa. Selain membutuhkan penyembuhan lebih lama, infeksi cacar di masa dewasa juga berpotensi meninggalkan bekas di kulit yang sulit hilang.
• VIVAnews
Dr Elaine Schulte, pakar kesehatan anak di Cleveland Clinic Children’s Hospital, mengatakan bahwa vaksin tak hanya melindungi anak dari serangan virus cacar air, tapi juga mencegah terjadinya penularan.
Vaksin cacar air sudah ada sejak 1995. Bisa diberikan untuk anak mulai usia 12 bulan. Berdasarkan data antara tahun 1995 dan 2008, penggunaan vaksin ampuh menurunkan kasus cacar air hingga 2009.
"Anak yang sudah mendapat vaksin kecil kemungkinannya terserang cacar air. Kemungkinan terserang memang masih ada, tapi sangat kecil peluangnya," kata Schulte.
Schulte menegaskan bahwa vaksin cacar air adalah cara terbaik untuk memberikan perlindungan terhadap anak. Bukan dengan sengaja menulari anak dengan virus cacar air hanya agar tak terkena di usia dewasa.
Kampanye mengenai vaksin cacar air kembali gencar setelah Wendy Werkit, seorang warga asal Nashville, Amerika Serika, sengaja menciptakan permen yang terpapar virus cacar air. Permen ini ditawarkan untuk para orangtua yang menghendaki anaknya segera mengalami cacar air di usia dini.
Werkit terinspirasi menjual produk tersebut karena melihat sejumlah orangtua frustasi melihat anaknya tak kunjung mengalami cacar air.
Menempatkan iklan produknya di Facebook, wanita itu menjajakan dagangannya seharga US$50 atau sekitar Rp450 ribu melalui transaksi online PayPal. Ia menekankan niatnya untuk membantu anak-anak 'menjemput' virus itu segera, karena jika mengalaminya di usia dewasa lebih berbahaya.
Dalam pikirannya, mengalami cacar air di masa dewasa menyiksa. Selain membutuhkan penyembuhan lebih lama, infeksi cacar di masa dewasa juga berpotensi meninggalkan bekas di kulit yang sulit hilang.
• VIVAnews
Ditemukan Gen Pemicu Tidur Singkat
VIVAnews - Bukan hanya soal kebiasaan, seseorang bisa hanya tidur selama empat jam, lalu kembali beraktivitas. Ada peran gen yang memicu hal ini. Ilmuwan menemukan rahasia 'alarm tubuh' yang memungkinkan beberapa orang hanya tidur selama empat jam.
Gen yang baru teridentifikasi oleh tim dari Ludwig Maximilians University, disebut ABCC9. Gen ini bisa mengurangi durasi tidur seseorang, yang juga diketahui berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes.
Hasil temuan ini bisa menjelaskan mengapa seseorang bisa tetap fokus beraktivitas, seperti Margaret Thatcher, meskipun hanya tidur empat jam. Penelitian ini melibatkan 4.000 orang yang berasal dari tujuh negara Uni Eropa. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner terkait kebiasaan tidur.
Peneliti lalu menganalisis jawaban para partisipan dan juga memeriksa gen mereka. Diketahui, partisipan yang memiliki dua copy varian umum ABCC9, tidur lebih singkat secara signifikan, dibandingkan mereka yang yang memiliki dua copy varian gen lain.
"Rupanya hubungan durasi tidur dengan kondisi lain seperti penyakit jantung dan diabetes dapat dijelaskan oleh mekanisme umum molekuler. Gen ABCC9 merupakan evolusi kuno, yang juga ada pada lalat buah. Lalat ini juga menunjukkan perilaku seperti tidur," Dr. Karla Allebrandt, dari Ludwig Maximilians University of Munich, seperti dikutip dari Daily Mail.
Menurut Professor Till Roenneberg, salah satu peneliti, hal ini menunjukkan kalau ABCC9 juga memiliki efek terhadap periode tidur nokturnal pada lalat. Dengan kata lain, ada kontrol genetik yang memengaruhi durasi tidur, di beberapa spesies, bukan hanya manusia. (eh)
• VIVAnews
Gen yang baru teridentifikasi oleh tim dari Ludwig Maximilians University, disebut ABCC9. Gen ini bisa mengurangi durasi tidur seseorang, yang juga diketahui berhubungan dengan penyakit jantung dan diabetes.
Hasil temuan ini bisa menjelaskan mengapa seseorang bisa tetap fokus beraktivitas, seperti Margaret Thatcher, meskipun hanya tidur empat jam. Penelitian ini melibatkan 4.000 orang yang berasal dari tujuh negara Uni Eropa. Mereka diminta untuk mengisi kuesioner terkait kebiasaan tidur.
Peneliti lalu menganalisis jawaban para partisipan dan juga memeriksa gen mereka. Diketahui, partisipan yang memiliki dua copy varian umum ABCC9, tidur lebih singkat secara signifikan, dibandingkan mereka yang yang memiliki dua copy varian gen lain.
"Rupanya hubungan durasi tidur dengan kondisi lain seperti penyakit jantung dan diabetes dapat dijelaskan oleh mekanisme umum molekuler. Gen ABCC9 merupakan evolusi kuno, yang juga ada pada lalat buah. Lalat ini juga menunjukkan perilaku seperti tidur," Dr. Karla Allebrandt, dari Ludwig Maximilians University of Munich, seperti dikutip dari Daily Mail.
Menurut Professor Till Roenneberg, salah satu peneliti, hal ini menunjukkan kalau ABCC9 juga memiliki efek terhadap periode tidur nokturnal pada lalat. Dengan kata lain, ada kontrol genetik yang memengaruhi durasi tidur, di beberapa spesies, bukan hanya manusia. (eh)
• VIVAnews
Trik Mengganti Jeroan Sapi
VIVAnews - Rasa nikmat dan tampilan cantik seringkali tak cukup menjadi bekal untuk menduniakan masakan nusantara. Trik menyesuaikan bahan baku dengan selera masyarakat mancanegara juga perlu menjadi perhatian.
Pakar kuliner William Wongso mengatakan, dirinya kerap melakukan trik penyesuaian saat harus menyajikan masakan yang berbahan baku jeroan, seperti sate Padang. "Yang makan jeroan itu cuma orang Indonesia, jadi harus punya trik mencari pengganti jeroan tanpa mengurangi rasa," ujarnya.
William kerap mengganti jantung dan lidah sapi dengan daging sapi di bagian pipi. Tekstur antara jeroan yang kerap dipakai untuk sate Padang itu sangat mirip dengan daging pipi. "Enak, kenyal karena bagian pipi mengandung banyak kolagen," ujarnya.
Mengganti bahan baku jeroan dengan daging membuat William lebih nyaman menyajikan sejumlah masakan nusantara kepada tamu asal mancanegara. Tamunya pun lebih menikmati karena umumnya mereka segera bergidik jika tahu bahan bakunya jeroan.
Bagi William, yang tak boleh ditawar adalah cita rasa asli. Menduniakan makanan nusantara bukan berarti berkreasi dengan menyesuaikan cita rasa bangsa lain. "Menyesuaikan bumbu dengan lidah bangsa lain itu yang jadi kesalahan besar kita, bagaimana memperkenalkan makanan kita kalau bumbunya berubah," ucapnya.
William memang disiplin soal rasa. Bersama Kementerian Luar Negeri, ia akan menggelar workshop bersama sejumlah pemilik restoran di Belanda. Ia ingin menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya cita rasa. Bahkan, kalau perlu membawa bahan asli dari Indonesia.
Ia sedih ketika suatu kali jalan-jalan ke Belanda melihat menu khas Indonesia, bakmi dan lumpia, tapi rasanya jauh dari asli. "Bagaimana masyarakat dunia akan mengenal bakmi dan lumpia yang sebenarnya kalau tak ada disiplin mempertahankan rasa," ujarnya. "Mempertahankan cita rasa asli itu yang terpenting." (art)
• VIVAnews
Pakar kuliner William Wongso mengatakan, dirinya kerap melakukan trik penyesuaian saat harus menyajikan masakan yang berbahan baku jeroan, seperti sate Padang. "Yang makan jeroan itu cuma orang Indonesia, jadi harus punya trik mencari pengganti jeroan tanpa mengurangi rasa," ujarnya.
William kerap mengganti jantung dan lidah sapi dengan daging sapi di bagian pipi. Tekstur antara jeroan yang kerap dipakai untuk sate Padang itu sangat mirip dengan daging pipi. "Enak, kenyal karena bagian pipi mengandung banyak kolagen," ujarnya.
Mengganti bahan baku jeroan dengan daging membuat William lebih nyaman menyajikan sejumlah masakan nusantara kepada tamu asal mancanegara. Tamunya pun lebih menikmati karena umumnya mereka segera bergidik jika tahu bahan bakunya jeroan.
Bagi William, yang tak boleh ditawar adalah cita rasa asli. Menduniakan makanan nusantara bukan berarti berkreasi dengan menyesuaikan cita rasa bangsa lain. "Menyesuaikan bumbu dengan lidah bangsa lain itu yang jadi kesalahan besar kita, bagaimana memperkenalkan makanan kita kalau bumbunya berubah," ucapnya.
William memang disiplin soal rasa. Bersama Kementerian Luar Negeri, ia akan menggelar workshop bersama sejumlah pemilik restoran di Belanda. Ia ingin menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya cita rasa. Bahkan, kalau perlu membawa bahan asli dari Indonesia.
Ia sedih ketika suatu kali jalan-jalan ke Belanda melihat menu khas Indonesia, bakmi dan lumpia, tapi rasanya jauh dari asli. "Bagaimana masyarakat dunia akan mengenal bakmi dan lumpia yang sebenarnya kalau tak ada disiplin mempertahankan rasa," ujarnya. "Mempertahankan cita rasa asli itu yang terpenting." (art)
• VIVAnews
Tepat Pilih Parfum Sesuai Musim
VIVAnews - Menyemprotkan wewangian di sekujur tubuh, bisa membangkitkan rasa percaya diri. Maka tak heran, jika tak lengkap rasanya keluar rumah tanpa menyemprotkan parfum. Tapi, memilih wewangian juga harus selektif dan sesuai dengan perubahan musim.
Saat musim berubah, berarti aroma parfum juga harus berubah supaya selaras dengan cuaca yang terjadi saat itu. Saat musim panas dan musim semi, wewangian yang tepat biasanya yang beraroma bunga. Saat tiba musim dingin adalah waktu untuk menggganti aroma parfum dengan aroma musk, aroma hutan (woody), dan oriental.
Anda pun harus tahu, ketika datang musim panas, wewangian dimaksudkan untuk membuat wanita merasa tenang dan dingin, sedangkan untuk musim dingin, biasanya aroma parfum yang dipilih bisa membuat pemakainya memancarkan aroma yang seksi.
Fiona Caroline, Manajer Pelatihan dari Parfum Christian Dior di Mumbai, mengatakan, "Untuk memilih parfum musim dingin tergantung pada kimia tubuh seseorang. Jika kulit Anda kering dan mengalami dehidrasi, tubuh membutuhkan wewangian yang memiliki esensi yang hangat dan intens, dibandingkan dengan musim lain. Wewangian bisa bertahan lama pada kulit yang tidak kering,” ujar Fiona seperti dikutip laman Times of India.
Memilih Parfum
Memilih aroma parfum apa yang akan dipakai memang bisa membuat seseorang bingung. Nah, memilih parfum yang cocok ini yang kadang membuat bingung. Bagaimana cara memilihnya, simak tip berikut ini:
1. Sesuaikan dengan karakter Anda
Jika Anda memiliki sifat riang, pilih aroma musky. Ini akan menyesuaikan mood Anda. Bagi Anda pemilik sikap romantis, akan lebih baik memilih aroma wewangian buah segar. Bagi kebanyakan wanita, efek parfum bisa sangat berpengaruh dalam setiap aktivitas wanita.
2. Lakukan uji semprot sebelum membelinya
Ahli make-up yang biasa mendandani selebritas, Reema Sablok, mengatakan, "Efek dari parfum bisa berbeda-beda untuk setiap wanita. Aroma yang sama akan menghasilkan hasil yang berbeda pada setiap orang. Aroma yang digunakan seseorang belum tentu memiliki bau yang sama saat Anda semprotkan,” katanya.
Untuk itu, lakukan uji semprot aroma sebelum benar-benar menentukan pilihan. Saat melakukan uji wewangian untuk tubuh, jangan lebih dari tiga aroma berbeda yang disemprotkan pada tubuh, hal ini bisa membingungkan indra penciuman Anda.
3. Sesuaikan parfum sesuai musim yang sedang berlangsung
Ketika memilih aroma parfum untuk musim dingin, pilih aroma yang benar-benar bisa mengingatkan seseorang tentang musim.
"Parfum untuk musim dingin harus memiliki aroma yang 'kaya' serta manis seperti amber, vanili dan kayu manis. Ada berbagai parfum yang menggabungkan wewangian manis seperti jeruk, karamel, lemon, madu dan buah-buahan. "
• VIVAnews
Saat musim berubah, berarti aroma parfum juga harus berubah supaya selaras dengan cuaca yang terjadi saat itu. Saat musim panas dan musim semi, wewangian yang tepat biasanya yang beraroma bunga. Saat tiba musim dingin adalah waktu untuk menggganti aroma parfum dengan aroma musk, aroma hutan (woody), dan oriental.
Anda pun harus tahu, ketika datang musim panas, wewangian dimaksudkan untuk membuat wanita merasa tenang dan dingin, sedangkan untuk musim dingin, biasanya aroma parfum yang dipilih bisa membuat pemakainya memancarkan aroma yang seksi.
Fiona Caroline, Manajer Pelatihan dari Parfum Christian Dior di Mumbai, mengatakan, "Untuk memilih parfum musim dingin tergantung pada kimia tubuh seseorang. Jika kulit Anda kering dan mengalami dehidrasi, tubuh membutuhkan wewangian yang memiliki esensi yang hangat dan intens, dibandingkan dengan musim lain. Wewangian bisa bertahan lama pada kulit yang tidak kering,” ujar Fiona seperti dikutip laman Times of India.
Memilih Parfum
Memilih aroma parfum apa yang akan dipakai memang bisa membuat seseorang bingung. Nah, memilih parfum yang cocok ini yang kadang membuat bingung. Bagaimana cara memilihnya, simak tip berikut ini:
1. Sesuaikan dengan karakter Anda
Jika Anda memiliki sifat riang, pilih aroma musky. Ini akan menyesuaikan mood Anda. Bagi Anda pemilik sikap romantis, akan lebih baik memilih aroma wewangian buah segar. Bagi kebanyakan wanita, efek parfum bisa sangat berpengaruh dalam setiap aktivitas wanita.
2. Lakukan uji semprot sebelum membelinya
Ahli make-up yang biasa mendandani selebritas, Reema Sablok, mengatakan, "Efek dari parfum bisa berbeda-beda untuk setiap wanita. Aroma yang sama akan menghasilkan hasil yang berbeda pada setiap orang. Aroma yang digunakan seseorang belum tentu memiliki bau yang sama saat Anda semprotkan,” katanya.
Untuk itu, lakukan uji semprot aroma sebelum benar-benar menentukan pilihan. Saat melakukan uji wewangian untuk tubuh, jangan lebih dari tiga aroma berbeda yang disemprotkan pada tubuh, hal ini bisa membingungkan indra penciuman Anda.
3. Sesuaikan parfum sesuai musim yang sedang berlangsung
Ketika memilih aroma parfum untuk musim dingin, pilih aroma yang benar-benar bisa mengingatkan seseorang tentang musim.
"Parfum untuk musim dingin harus memiliki aroma yang 'kaya' serta manis seperti amber, vanili dan kayu manis. Ada berbagai parfum yang menggabungkan wewangian manis seperti jeruk, karamel, lemon, madu dan buah-buahan. "
• VIVAnews
Banyak Anak Bisa Kurangi Risiko Stroke
VIVAnews - Kabar baik bagi Anda yang memiliki empat anak atau lebih. Pasalnya, seorang wanita yang memiliki banyak anak, berisiko lebih kecil meninggal dunia karena stroke. Meskipun memiliki banyak anak diidentikkan dengan level stres tinggi, ternyata juga memiliki dampak positif bagi kesehatan wanita.
Ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan tim dari University of California, pada 1.300 wanita di California. Yaitu wanita yang memiliki empat anak atau lebih, risiko meninggal karena stroke, berkurang hingga 50 persen.
Hal ini, menurut peneliti, kemungkinan karena tingginya sirkulasi hormon saat hamil. Dampaknya sangat positif bagi pembuluh darah. Lalu, keluarga yang memiliki banyak anak, cenderung saling mendukung dan cukup dekat satu sama lain, yang sangat baik untuk kesehatan jantung.
"Wanita dalam penelitian, memiliki risiko kematian karena CVD (cardiovascular disease) yang lebih rendah jika mereka hamil empat kali atau lebih," kata Marni Jacoobs salah satu peneliti, dikutip dari Telegraph.co.uk.
Mekanisme sebab akibatnya secara detil, menurut Jacoobs, belum diketahui dengan jelas. Namun, kemungkinan karena kesuburan mmencerminkan seorang wanita memiliki tubuh yang sehat. Serta, efek positif paparan sirkulasi hormon estrogen dan hormon lainnya selama kehamilan.
"Perubahan fisiologis seorang wanita karena kehamilan bisa menimbulkan efek abadi pada kesehatannya. Namun, terkait bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut," kata Profesor Donald Peebles, juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.
• VIVAnews
Ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan tim dari University of California, pada 1.300 wanita di California. Yaitu wanita yang memiliki empat anak atau lebih, risiko meninggal karena stroke, berkurang hingga 50 persen.
Hal ini, menurut peneliti, kemungkinan karena tingginya sirkulasi hormon saat hamil. Dampaknya sangat positif bagi pembuluh darah. Lalu, keluarga yang memiliki banyak anak, cenderung saling mendukung dan cukup dekat satu sama lain, yang sangat baik untuk kesehatan jantung.
"Wanita dalam penelitian, memiliki risiko kematian karena CVD (cardiovascular disease) yang lebih rendah jika mereka hamil empat kali atau lebih," kata Marni Jacoobs salah satu peneliti, dikutip dari Telegraph.co.uk.
Mekanisme sebab akibatnya secara detil, menurut Jacoobs, belum diketahui dengan jelas. Namun, kemungkinan karena kesuburan mmencerminkan seorang wanita memiliki tubuh yang sehat. Serta, efek positif paparan sirkulasi hormon estrogen dan hormon lainnya selama kehamilan.
"Perubahan fisiologis seorang wanita karena kehamilan bisa menimbulkan efek abadi pada kesehatannya. Namun, terkait bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan, dibutuhkan penelitian lebih lanjut," kata Profesor Donald Peebles, juru bicara Royal College of Obstetricians and Gynaecologists.
• VIVAnews
Cemilan Juga Bisa Bikin Langsing.
VIVAnews - Tak selamanya, cemilan berdampak buruk pada berat badan. Justru sebaliknya, dengan menu cemilan yang sehat, tubuh bisa jadi lebih fit dan membantu mengontrol nafsu makan.
Jadi, jangan selalu menghindari cemilan. Ada banyak alasan sehat mengapa Anda bisa memanjakan diri dengan cemilan dan tetap sehat. Ingin tahu apa saja? Berikut empat alasannya, seperti dilansir dari Times of India.
1. Menjaga rasa lapar dalam level minimum
Jika kesibukan membuat jeda waktu makan Anda sangat lama, siapkan cemilan dalam tas. Bisa pisang, apel, atau biskuit sayuran. Cara ini akan membuat rasa lapar tetap dalam level minimun, dan Anda jadi tak berlebihan saat makan.
2. Membantu mengontrol gula darah
Cemilan sehat seperti buah dan biskuit sayuran, jika dikonsumsi secara tak berlebihan, bisa membantu Anda mengontrol kestabilan gula darah. Konsumsi cemilan meningkatkan kontrol gula darah dengan menyediakan aliran karbohidrat.
3. Menstabilkan level energi
Dengan mengonsumsi cemilan , berarti Anda selalu memenuhi asupan energi sekaligus menjaga berat badan. Itu karena, Anda akan makan lebih sedikit saat makan siang atau malam karena sudah agak kenyang dengan mengonsumsi cemilan. Ini juga bisa membantu melancarkan proses metabolisme, serta sistem pencernaan mengolah makanan jadi lebih cepat.
4. Memenuhi asupan vitamin
Jadikan irisan buah segar, salad, yogurt, atau olahan gandum utuh, menu cemilan Anda. Kandungan vitamin dan mineralnya yang tinggi, bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya itu, cemilan ini jadi sumber energi, agar Anda tetap fit saat sibuk beraktivitas.
• VIVAnews
Jadi, jangan selalu menghindari cemilan. Ada banyak alasan sehat mengapa Anda bisa memanjakan diri dengan cemilan dan tetap sehat. Ingin tahu apa saja? Berikut empat alasannya, seperti dilansir dari Times of India.
1. Menjaga rasa lapar dalam level minimum
Jika kesibukan membuat jeda waktu makan Anda sangat lama, siapkan cemilan dalam tas. Bisa pisang, apel, atau biskuit sayuran. Cara ini akan membuat rasa lapar tetap dalam level minimun, dan Anda jadi tak berlebihan saat makan.
2. Membantu mengontrol gula darah
Cemilan sehat seperti buah dan biskuit sayuran, jika dikonsumsi secara tak berlebihan, bisa membantu Anda mengontrol kestabilan gula darah. Konsumsi cemilan meningkatkan kontrol gula darah dengan menyediakan aliran karbohidrat.
3. Menstabilkan level energi
Dengan mengonsumsi cemilan , berarti Anda selalu memenuhi asupan energi sekaligus menjaga berat badan. Itu karena, Anda akan makan lebih sedikit saat makan siang atau malam karena sudah agak kenyang dengan mengonsumsi cemilan. Ini juga bisa membantu melancarkan proses metabolisme, serta sistem pencernaan mengolah makanan jadi lebih cepat.
4. Memenuhi asupan vitamin
Jadikan irisan buah segar, salad, yogurt, atau olahan gandum utuh, menu cemilan Anda. Kandungan vitamin dan mineralnya yang tinggi, bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bukan hanya itu, cemilan ini jadi sumber energi, agar Anda tetap fit saat sibuk beraktivitas.
• VIVAnews
Langganan:
Komentar (Atom)