Sabtu, 30 Juli 2011

Sistem Duo Partai di Inggris

Sistem duo partai di Inggris diawali sejak abad ke 17 yang mana meningkatnya kekuatan parlemen yang merefleksikan pembangunan partai politik yang lebih terorganisir. Hal ini merupakan pencerminan dari konflik idiologi dan agama pada perang sipil . Dua kelompok (Whigs dan Torles) menjadi dominan ini merupakan ciri-ciri dan sifat dari masa depan politik duo partai di Inggris The Whigs sebagian besar terdiri atas Cromwellial Protestants dan orang-orang baik.
Sistem duo partai di Inggris jika diartikan secara bahasa merupakan suatu sistem partai yang mana didalam sistem tersebut terdapat dua kekuatan yang mendominasi dunia perpolitikan di parlemen di suatu negara, tetapi jika ditinjau lebih jauh lagi sistem ini ternate tidak terdiri atas dua partai saja, tetapi terdapat pula beberapa partai-partai kecil yang bergabung ke dalam dua partai utama. Partai-partai kecil yang adapun harus tetap menyusun strategi dalam upaya koalisi dengan partai-partai penguasa karena hal ini penting untuk mempertahankan ekstistensi partai tersebut di dalam parlemen, selalu ada kemungkinan bahwa partai-partai kecil tersebut harus menghindari salah satu atau dua partai utama dari keuntungan partai mayoritas yang memiliki banyak kursi di legislatif. Penggabungan partai ternyata tidak semudah yang dibayangkan karena partai-partai kecil-kecil tersebut juga memiliki pedoman-pedoman dasar partai yang juga harus menjadi pedoman partai-partai tersebut baik dalam mengambil keputusan dan juga dalam mengambil kebijakan baik itu untuk kepentingan partai juga untuk kepentingan koalisi untuk menghimpun kekuatan di parlemen House of Commons contohnya partai liberal di Inggris dalam upaya koalisi dengan partai-partai yang memiliki paham yang sama. Yaitu paham liberalisme. Partai-partai kecil ini juga memiliki peranan penting dalam memutuskan sifat-sifat dasar sistem kedua partai besar tersebut. Salah satu elemen penting yang juga yang menjadi pertimbangan partai-partai dalam upaya koalisi dengan partai-partai besar yaitu tingkat kedisiplinan dan masih banyak lagi faktor-faktor penting yang menjadi pertimbangan upaya koalisi dalam sistem duo partai di Inggris.
Sistem duo partai merupakan sebuah sistem yang mencoba untuk mensejajarkan kedua partai tersebut walaupun terdapat perbedaan yang sangat kontras dari kedua partai besar yang ada di dalam parlemen di Inggris. Perbedaan yang ada di antaranya adanya dominasi di kedua partai partai besar juga perbedaan sistem operasional tiap-tiap partai.
Keberhasilan Inggris raya dalam pelaksanaan sistem duo partai tersebut terlihat ketika Inggris berhasil mensejajarkan partai konservatif dan liberal pada tahun 1914. dan keberhasilan dalam mendampingkan partai konservatif dan buruh di dalam perpolitikan Inggris sejak tahun 1935. Periode dari tahun 1920 hingga 1935 pejabat diberi kuasa dalam representatif partai-partai didalam pemerintahan dan selama tahap pertengahan diantara dua partai besar yang mendominasi parlemen. Partai konservatif Inggris sebenarnya merupakan penggabungan partai konservatif dan liberal., hal ini terlihat pada peleburan dua elemen-elemen pokok dari partai-partai besar di abad 19. Walaupun memiliki nama konservatif tetapi idiologinya cocok dengan politik dan ekonomi liberal.
Sistem duo partai di Inggris tergantung dari adanya keteguhan partai-partai yang mana tiap-tiap partai yang ada berhasil menegakkan disiplin mengenai tata cara yang berlaku di parlemen diantaranya tata cara voting parlemen dan tata cara etika parlemen Disetiap perhitungan suara yang bersifat penting semua anggota partai wajib memberikan suara sebagai suatu bentuk kekuatan dalam parlemen dan mengikuti komitmen yang mereka setujui secara bersama-sama atau yang mereka sepakati dengan pemimpin partainya. Sifat fleksibel suatu saat bisa diterima tetapi hanya pada tingkat yang terbatas seperti politik yang tidak disetujui bersama terhadap apa yang dilakukan pemerintah. Hal itu mungkin dapat diterima oleh beberapa anggota-anggota partai yang abstain dari pemungutan suara walaupun mereka absen hal itu tidak akan mengubah hasil pemungutan suara jadi disini terlihat bahwa sikap fleksibel partai juga memiliki peran penting dalam mempertahankan eksistensi partai dalam parlemen secara khusus dan sistem duo partai secara umum. Jadi pemimpin partai mayoritas (yang juga secara bersamaan merupakan perdana menteri) memiliki kekuatan di sidang parlemen dan legislatif yang mengusulkan dia mungkin akan menyetujui apa yang dilakukan pemerintah Inggris dibawa pimpinan perdana menteri, Partai politik penguasa dalam parlemen juga memiliki wewenang dalam upaya membagi kekuatan diantara eksekutif dan legislatif menjamin kekuatan pemerintahan dan parlemen untuk itu partai mayoritas parlemen bersama membentuk blok yang kokoh sehingga tiap-tiap oposisi tidak memiliki kekuatan lain dan kemudian hanya memberikan kritikan terhadap pemerintah. Selama 4 atau 5 tahun berkuasa, partai mayoritas memperkokoh dan mempertahankan kekuasaanya dari partai-partai pesaing atau partai oposisi, tiap-tiap tahunnya parlemen bertemu dan disinilah kekuatan mayoritas partai di tunjukkan untuk mempertahankan nama baik pemerintah yang berkuasa di dalam parlemen mereka membuat suatu jaringan ang kokoh dan berada di dalam kontrol pemerintah, hal ini jaga bertujuan untuk menjaga nama baik pemerintah sebagai partai mayoritas didalam masyarakat dan hanya kalangan terbatas saja yang di dalam partai mayoritas yang dapat membatasi kekuatan itu.
Sistem duo partai ini memberikan kebebasan tiap-tiap partai untuk membentuk kelompok-kelompok disiplin yang diakui oleh pemimpin yang menjadi perdana menteri jika partainya menang dalam pemilihan legislatif. Pemilihan ini diselenggarakan sebagai fungsi seleksi diantara kedua legislatif dan pemerintah di dalam pemungutan untuk mencari pemimpin yang akan menjadi pemimpin pemerintah. Inggris percaya pemimpin partai mayoritas yang disiplin hasilnya adalah sebuah sistem politik yang stabil, demokrasi dan banyak yang mendesak supaya lebih stabil, lebih demokrasi dan lebih kuat hal ini sangat dituntut karena masyarakat Inggris menginginkan pemerintahan yang bersih dan pemerintahan yang bersih berasal dari kader-kader partai yang bersih pula. Situasi ini mensyaratkan kedua partai menyetujui dengan mengambil peran dalam membangun sistem yang bersih dan bertanggung jawab.
Sistem duo partai ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya dengan sistem ini partai-partai politik kecil diberi kekuasaan untuk melakukan koalisi dengan partai yang menurut mereka bisa menyalurkan aspirasi mereka sehingga hal ini akan semakin mengukuhkan sistem duo partai ini dalam upaya menyalurkan aspirasi bukan hanya kelompok mayoritas tetapi juga kelompok minoritas. Sistem ini juga memungkinkan jalannya pemerintahan dikontrol dengan lebih mudah karena dengan kekuatan yang mayoritas di parlemen pemerintah bisa dengan leluasa untuk mempertahankan eksistensinya di dalam kehidupan perpolitikan. Stabilitas ekonomi juga dapat diciptakan karena kekuatan-kekuatan ekonomi yang ada di dalam pemerintahan berasal dari suatu kekuatan partai politik yang sama. Profesionalisme dapat pula diciptakan di dalam pemerintahan karena seperti yang telah disebutkan di atas bahwa masyarakat Inggris sangat menginginkan tegaknya disiplin dan pemerintahan yang kuat untuk itu partai politik mencoba untuk menciptakan sikap disiplin demi mencapai pemerintahan yang bertanggung jawab. Sistem ini juga menghidarkan dunia perpolitikan dari keruwetan karena sistem ini hanya mengatur perpolitikan dua partai yang memungkinkan sistem ini tidak sesulit sistem multi partai. Sistem ini tentu saja memiliki titik lemah khususnya cenderung menggagalkan menghalangi inovasi elemen-elemen di kedua partai besar, tetapi itu memungkinkan bahwa situasi ini menjadi lebih baik karena dengan kekuatan parlemen yang dominan dapat mengintegrasikan parlemen,. tetapi tidak menutup kemungkinan untuk partai –partai memberikan kritikan terhadap jalannya pemerintahan dan parlemen, walaupun terkadang ada beberapa unsur ekstrim dalam partai-partai dibolehkan untuk melawan politik yang tidak realistis, resiko fasif didalam kenyataan merupakan resiko beberapa partai masyarakat industri modern dan tidak hanya untuk di situasi dua partai. Masalah lain yang sering timbul dalam upaya membentuk sistem duo partai ini adalah masalah yang berhubungan dengan kesulitan yang berbelit-belit yang dibuat oleh organisasi-organisasi. Hal tersebut meminta partai-partai politik lebih serius dalam mupaa membangun sistem politik yang baik,

KENDALA LINGUISTIK DALAM PENERJEMAHAN

PENDAHULUAN
Menerjemahkan berarti berkomunikasi. Artinya, seorang penerjemah, dengan mengoptimalkan kemampuannya baik linguistik maupun non linguistik yang dimilikinya, berusaha mengkomuikasikan makna dari sebuah teks dalam bahasa sumber (source languages) kepada penutur (target audience) dalam bahasa sasaran (target languages) dimana target audience tidak merasa bahwa apa yang dibacanya adalh hasil dari suatu proses penerjemahan. Namun demikian, hal ini tidak selamanya mudah untuk dikerjakan. Banyak aspek baik lianguistik maupun non linguistik yang bisa merupakan kendala dalam menghasilkan suatu penerjemahan seperti kurangnya kata yang berpandaan satu banding satu, one to one correspondence, pada tingkat leksika, untuk itu diperlukan penerjemah yang memiliki kompetensi dan kemaempuan yang memadai dari kedua bahasa (source dan target languages). Di dalam penerjemahan terdapt tiga prinsip pokok yaitu: Tepat (akurat), Jelas, Wajar (natural).
Pada umumnya terjemahan terbagi kedalam tiga jenis; Terjemahan literal (literal translation), Terjemahan literal yang dimodifikasi (modified literal translatons) dan Terjemahan idiomatik/dinamis (idiomatic translations). Syarat-syarat seorang penerjemah harus memiliki tiga kriteria utama yakni (1). Seorang penerjemah harus memiki pengetahuan linguistik yang memadai baik itu bahasa sumber maupun bahasa sasaran. (2). Seorang penerjemah sebaiknya mengetahui aspek kebudayaan dari kedua bahasa. (3). Seorang penerjemah seyogyanya mempunyai pengetahuan yang cukup atau mengenal bidang pengetahuan yang diterjemahkannya.

BETUK DAN MAKNA
Salah satu sumber masalah dalam penerjemahan adalah seputar bentuk dan makna dimana bentuk adalah struktur gramatikal dari suatu bahasa, seperti, kata, frasa, dan klausa, sedangkan makna adalah struktur sistematis dari suatu bahasa yang menggunakan bentuk tertentu. Keragaman makna yang dimiliki oleh suatu bentuk gramatikal dari suatu bahasa seperti kata, frasa, dan klausa diakibatkan oleh konteks diman kata itu berada/digunakan, sehingga makna dapat dikategorikan secara garis besar kedalam dua kelompok yaitu makna primer dan makna sekunder. Masalah lain yang bisa timbul yaitu fenomena dimana satu makna berita dapat diekspresikan menggunakan beberapa bentuk gramatikal yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama

KORELASI KETERPADAAN MAKNA KATA
Mengenai keterpadanan kata dalam penerjemahan kita kenal empat macam istilah yaitu; one-to-one correspondence adalah keterpadanan kata dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran yang berkorelasi satu makna pada bahasa sasaran. One-to-many correspondence adalah keterpadanan kata dalam bahasa sumber dan bahasa sasaran.yang berkorelasi banyak karrena adanya budaya bahasa dari bahasa sumber dan bahasa sasaran. One-to-part koresppondence adalah satu kata bahasa sumber yang bermakna atau berkorelasi sebahagian saja pada bahasa sasaran. One-to-nil correspondence adalah konsep dimana kata dalam bahasa sumber tidak memiliki makan dalam bahasa sasaran tetapi untuk menyelesaikan masalah itu penerjemah bisa menempuh cara memberikan definisi, elaborasi atau menerangkan kata-kata tersebut.

MAKNA FIGURATIF
Larson (1991:111 citing Beekman and Callow 1974:94) mendefinisikan makna figurative sebagai makna yang yang didasarkan pada hubungan assosiatif dengan makna primer. Selanjutnya Larson membagi makna figuraif kedalam lima jenis yaitu:
a) Metonimi (metonymy) yang selanjutnya juga daibagi kedalam tiga jenis yaitu:
• Makna figurative yang didiasarkan pada hubungan ruang (spatial relation)
• Makna figurative yang didasarkan pada hubungan waktu (temporal relation)
• Makna figurative yang didasarkan pada hubungan logic (logical relation)
b) Sinekdot (synecdoche) Makna figurative jenis ini didasarkan pada hubungan separuh dengan keseluruhan (part-whole relationship)
c) Idiom (idioms). Jenis ini adalah merupakan ungkapan yang terdiri dari paling kurang dua kata yang tidak bisa diterjemahkan secara literal, melainkan merupakan satu unit semantik, serta bersifat kultur dan linguistic spesifik, artinya ungkapan atau idiom yang berlaku pada suatu budaya atau bahasa tertentu tidak berlaku pada budaya atau bahasa lainya.
d) Eupemisme (euphemism) Jenis figurative ini pada hal-hal tertentu mirip dengan metonimi yaitu adanya suatu penggantian satu kata atau ungkapan terhadap kata lainnya. Biasanya jenis ini digunakan untuk mengahindari ungkapan-ungkapan yang bersifat ofensif, atau tidak berterima secara sosial, atau tidak menyenangkan yanag biasanya menyangkut sex, kematian daan hal-hal yang gaib (supernatuaral).
e) Hiperbola (hyperbole) Pada jenis ini kata tertentu digunakan secara berlebihan sehingga kelihatan antilogik. Umumnya ungkapan ini digunakan untuk menegasakan dan menekankan makna kata terutama untuk meyakinkan pendengar tentang pesan yang ingin dikomunikasikan oleh pembicara.
Secara universal apa yang telah dijelaskan di atas memperlihatkan kepada kita bahwa penerjemahan itu bukan sesuatu yang mudah dikerjakan semudah membalikan telapak tangan. Sebaliknya, terjemahan itu merupakan suatu pekerjaan skills dan pengetahuan yang memadai juga pengalaman atau jam terbang.

TEORI ORGANISASI KLASIK

Fayol membahas tentang 14 kaidah/prinsip manajemen:
1. Pembagian kerja atau spesialisasi meningkatkan produktifitas karena orang memusatkan perhatian pada pekerjaan sesuai dengan keahlian.
2. Wewenang dan tanggung jawab harus ada dalam pelaksanaan kegiatan. Perlu ada rangsangan untuk kegitan yang dilaksanakan dengan baik dan sanksi bagi pelaksanaan kegiatan yang tidak baik.
3. Harus ada disiplin, yaitu rasa hormat dan taat pada peranan dan tujuan organisasi.
4. Perlu kesatuan perintah, bawahan hanya menerima perintah dan tanggung jawab pada satu alasan.
5. Perlu adanya kesatuan pengarahan, organisasi efektif bila para anggota bekerja bersama berdasarkan tujuan yang sama.
6. Para anggota organisasi harus mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi atau golongan.
7. Pembayaran balas jasa harus bijaksana, adil, tidak eksploitatif dan memuaskan pihak-pihak.
8. Perlu diatur keseimbangan antara sentralisasi dan desentralisasi.
9. Hubungan antar tugas disusun atas dasar suatu hirarki atas bawah (rantai skalar).
10. Harus ada order, aturan, ketertiban, dimana ada satu tempat untuk setiap orang yang seharusnya memang tempatnya.
11. Keadilan bagi personalia, kesamaan perlakuan dalam organisasi.
12. Perlu kelangsungan, keamanan dan kepastian kerja bagi karyawan.
13. Dalam setiap tugas harus dimungkinkan untuk mengadaka prakarsa atau inisiatif.
14. Harus ada semangat korps menggalangan kekuatan dengan persatuan atau kesetiakawanan, kebanggaan bersama dan merasa memiliki.
Pendapat yang berbeda diperkenalkan Urwick dan Gulick, yang mengemukakan bahwa selain prinsip pembagian kerja juga terdapat prinsip koordinasi, departemenisasi dan staf, serta perlunya alokasi tugas, aturan tentang kendali, hubungan ini dan staf serta fungsionalisme. Sementara Mooney dan Reilly mengemukakan penting perlunya (1) prisnsip koordinasi, (2) prinsip scalar, (3) prinsip fungsional.
Teori organisasi klasik yang berikutnya adalah manajemen ilmiah, yang dirintis oleh Federick Winslow Taylor dan ada empat kaidah dasar manajemen, yaitu:
1. Perlunya menggantikan metode kerja praktek dengan berdasarkan ilmu pengetahuan.
2. Perlunya mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan secara ilmiah agar karyawan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan spesialisasinya.
3. Perlunya pengembangan ilmu tentang kerja dan mengintegrasikannya dengan seleksi, latihan dan pengembangan ilmiah karyawan dan;
4. Perlunya pengembangan semangat dan mental karyawan melalui pendekatan karyawan oleh manager agar timbul suasana kerja yang baik.
Seleksi dan promosi personalia didasarkan atas kecakapan teknis, dan pendidikan latihan serta persyaratan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dan pelaksanaan tugas.
1. Sistem dan prosedur bagi penangannan situasi kerja.perlu catatan tertulis demi kesinambungan, keseragaman dan transaksi.
2. Sistem aturan yang mencakup hak-hak dan kewajiban-kewajiban posisi para pemegang jabatan.
3. Hubungan antar pribadi bersifat formal.
Jadi, teori organisasi klasik menguraikan anatomi organisasi formal. Organisasi formal mengandung empat unsur pokok yaitu:
1. Sistem kegiatan yang terkoordinasi, organisasi selalu terdiri dari bagian-bagian dan hubungan-hubungan. Bagian organisasi merupakan kegiatan atau fungsi yang saling berhubungan.
2. Kelompok orang yang melaksanakan fungsi.
3. Kerja sama untuk mencapai tujuan, organisasi tersusun atas dasar hubungan atasan dan bawahan, sehingga wewenang harus ada secara formal.
4. Kepemimpinan harus ada yang mencerminkan kualitas orang yang tepat dalam usaha kerja sama untuk mencapai tujuan.
Menurut para pengikut aliran klasik ini, suatu organisasi atau koordinasi bergantung pada empat kondisi pokok agar kesatuan tindak mencapai tujuan itu ada, yaitu:
1. Wewenang.
2. Saling melayani.
3. Doktrin.
4. Disiplin namun
Untuk itu diperlukan tonggak-tonggak dasar:
1. Pembagian kerja
2. Proses skalar dan fungsional (vertical, hirizontal)
3. Struktur
4. Rentang kendali

Tekanan Darah Tinggi [Blood Pressure (High)]

Tekanan darah mengacu pada tenaga mendesak dari darah terhadap dinding dalam pembuluh arteri sebagai akibat dari gerakan memompa pada jantung.
Hypertensi adalah kondisi di mana tekanan darah lebih tinggi dari yang dianggap normal.
Hypertensi dasar/utama adalah kondisi dimana penyebab yang sebenarnya tidak diketahui.
Hypertensi kedua merupakan akibat dari penyakit pada organ yang mendasar seperti tumor pada kelenjar adrenalin atau sakit ginjal.
Karena hypertensi biasanya tidak menimbulkan, berjuta-juta orang tidak mengetahui jika mereka mengalami masalah ini dan biasanya baru diketahuisetelah melaui pemeriksaan medis yang rutin.
Hypertensi yang tidak dirawat dapat menimbulkan penyakit yang serius seperti penyakit jantung koroner, kegagalan fungsi jantung, aortic aneurysm (pembengkakan pembuluh nadi) atau penyakit kardiovaskular lainnya (jantung dan urat-urat darah).
Hypertensi merupakan salah satu penyakit yang paling sulit untuk dikatrol karena pada akhirnya setiap penyebab tekanan akan menyebabkan perubahan pada tekanan darah. Contoh tekanan darah pembuluh arteri systolik naik pada saat aktivitas dan kegembiraan sedang berlangsung (systolik mengacu pada tekanan yang dihasilkan dalam pembuluh arteri karena dorongan darah ketika serambi kiri bagian bawah jantung berkerut).

Sakit Punggung (Backache)

Sakit punggung mengacu pada rasa sakit di setiap daerah atau kedua sisi tulang punggung, mulai dari pangkal leher hingga pinggul. Sakit punggung biasanya dicirikan dengan rasa sakit yang terus berkelanjutan serta pelunakan pada otot punggung serta pelengkapnya. Rasa sakit kadang-kadang menyebar hingga ke kaki mengikuti distribusi dari syaraf pinggang.
Penyebab sakit punggung mencakup: infeksi; tumor atau ketidaknormalan lainnya pada setiap bagian tubuh (misalnya uterus atau kelenjar prostat); penyakit pada tulang vertebra, seperti ketidaknormalan lapisan antara vertebra; patah tulang, seperti yang terjadi sebagai akibat dari penyakit tulang yang menahun seperti osteoporosis; otot yang menegang atau terseleo; peradangan pada struktur yang berhubungan; kebiasaan postur tubuh yang salah; dan factor dari lahir (bawaan dari lahir).
Lumbago merupakan kata umum yang digunakan untuk menggambarkan rasa sakit yang berkelanjutan pada bagian pinggang punggung.
Scoliosis merupakan pelengkungan menyamping pada tulang punggung yang biasanya terdiri dari dua lengkungan; lengkungan asli yang tidak normal dan lengkungan imbangan pada arah berlawanan.
Congenital scoliosos (scoliosis bawaan) diderita sejak lahir dan biasanya merupakan akibat dari perkembangan tulang punggung yang tidak sempurna mulai dari dalam kandungan.
Habit scoliosis (scoliosis kebiasaan) akibat dari kebiasaan posisi tubuh yang tidak benar.
Myopathic scoliosis dikarenakan oleh pelemahan pada otot tulang punggung.
Rheumatic scoliosis diakibatkan oleh penyakit rematik pada otot punggung.

Penyakit Kekebalan Dari Dalam Tubuh (Autoimmune Disorders)

Ini merupakan kondisi di mana tubuh menghasilkan zat kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap dirinya sendiri. Biasanya mekanisme kekebalan tubuh mampu membedakan dengan jelas antara zat yang normal dan zat yang asing. Namun, dalam penyakit autoimmune disorder (kekebalan dari dalam tubuh ini ), sistem ini menjadi tidak efektifdan menghasilkan zat antibody yang melawan bagian normal dari tubuh sehingga menimbulkan cedera pada jaringan tubuh.
Factor-faktor yang menimbulkan serangan dari penyakit ini adalah: kondisi nutrisi, umur, jenis kelamin, suku bangsa, keturunan, radiasi, pemasukan alcohol, kelelahan dan stress. Penyakit ini juga dapat timbul sebagai respom terhadap infeksi dan akibat dari perawatan dengan berbagai jenis obat-obatan tertentu.
Penyakit-penyakit yang ternmasuk dalam kategori penyakit ini adalah rheumatoid arthritis, myasthenia gravis, scleroderma, arthritis, multiple sclerosis (sklerosa ganda atau MS) dan lupus (systemic lupus erythematosus atau SLE).

ASMA

Asma merupakan serangan tiba-tiba yang membuat kita tidak bias bernafas dan disertai dengan bunyi menciut-ciut. Hal ini disebabkan oleh kekejangan pada pembuluh tenggorokan aptau oleh pembengkakan pada lapisan lendirnya disertai dengan peradangan dan produksi lendir yang tebal.
Asma bronchitis atau asma alergi merupakan bentuk umum dari sakit asma yang diakibatkan oleh rasa sensitive yang berlebihan ternhadap zat-zat yang menimbulkan alergi.