VIVAnews - Kapan terakhir Anda memeriksakan mata ke dokter? Atau, Anda malah tidak pernah ke dokter mata? Jangan menyepelekan kesehatan mata. Meskipun Anda tak memiliki keluhan, sebaiknya periksakan mata secara teratur.
Itu karena wanita lebih berisiko mengalami gangguan kesehatan mata dibandingkan pria. Dilansir dari prevention.com, dua pertiga warga Amerika Serikat yang mengalami gangguan penglihatan, baik yang ringan hingga yang berat, adalah wanita.
Ada lima alasan mengapa wanita lebih berisiko mengalami gangguan mata, seperti degenerasi makula terkait usia dan retinopati diabetes. Ingin tahu apa saja? Berikut pemicunya, menurut lembaga nirlaba kesehatan wanita, Lighthouse International.
1. Wanita hidup lebih lama dibandingkan pria. Ini membuat wanita lebih berisiko mengalami degenerasi makula, katarak, dan glaukoma atau kebutaan
2. Beberapa masalah mata, secara intrinsik lebih umum terjadi pada wanita. Seperti, sindroma mata kering, yang mungkin disebabkan oleh penggunaan pil kontrasepsi dan menopause.
Mata kering juga dapat disebabkan penyakit autoimun yang lebih sering menyerang wanita, seperti Sindrom Sjögren, rheumatoid arthritis, lupus, dan multiple sklerosis.
3. Kehamilan juga dapat menyebabkan perubahan dalam refraksi (resep lensa) wanita dan sindrom mata kering.
4. Masalah penyakit seperti migrain yang kerap menyerang dapat menyebabkan gangguan visual dan sensitivitas cahaya pada mata. Sedangkan bila mengidap diabetes, maka ia akan terserang diabetes retinopati. Jika yang diderita adalah diabetes gestasional, maka dalam 5 hingga 10 tahun ke depan dapat memunculkan risiko serius kebutaan permanen.
5. Fluktuasi hormon yang dialami wanita selama hidupnya juga jadi pemicu masalah gangguan mata. Seperti penggunaan pil kontrasepsi atau terapi penggantian hormon yang dapat memiliki efek samping seperti pembekuan pembuluh darah dan stroke. Ini mungkin secara langsung atau tidak langsung menyebabkan masalah penglihatan.
Minggu, 30 Oktober 2011
Menyibak Kepribadian Lewat Jari Kaki
VIVAnews - Mata mungkin jendela jiwa, tetapi jika Anda benar-benar ingin tahu bagaimana kepribadian seseorang, lihatlah jari kakinya. Praktek membaca jari kaki ini, telah dilakukan selama 5.000 tahun di China dan India.
Itu karena, kaki dipercaya merupakan cerminan kondisi tubuh dan kepribadian. Setiap benjolan, luka atau sakit di kaki bisa jadi indikasi fisik dari gangguan di area tubuh yang lain.
Dilansir dari Daily Mail, Jane Sheehan, ahli refleksologi dan penulis buku refleksi, mengungkap bagaimana kepribadian seseorang bisa dilihat jari kakinya. Penasaran bagaimana penggambarannya? Lihat saja jari kaki Anda, dan baca petunjuk berikut.
Jari jempol
Jika jempol kaki lebih panjang dari jari kaki yang lain, Anda adalah seorang pemikir, pintar dan kreatif. Anda memiliki solusi cerdik untuk mengatasi masalah dan penuh dengan ide baru.
Anda tidak pernah bingung untuk mencari jawaban dan dapat melihat sesuatu dari sudut yang berbeda. Sisi negatifnya, Anda mungkin memiliki masalah untuk bisa fokus pada satu hal. Lalu, jika jempol kaki kecil, ini menunjukkan bahwa Anda adalah seorang multitasker. Dan, sangat andal memanfaatkan pesona diri untuk membujuk orang lain agar setuju dengan ide Anda.
Jari telunjuk
Semakin panjang telunjuk kaki, maka makin tinggi kualitas kepemimpinan yang Anda miliki. Anda merupakan pribadi yang dinamis dan penuh dengan akal. Tetapi, keinginan Anda untuk mendapatkan sesuatu kadang menjadi bentuk obsesi dan membuat kesan otoriter.
Di masyarakat India, para ibu calon pengantin pria seringkali memerhatikan jari telunjuk kaki calon menantu perempuannya. Jika telunjuk kakinya sangat panjang, mereka biasanya tidak akan menyetujui hubungan pernikahan, karena menganggap sang perempuan akan suka memerintah suaminya.
Lalu, jika telunjuk kaki Anda agak pendek, tandanya Anda pribadi yang sangat menikmati proses. Anda menghargai harmoni dalam segala hal, dan tak akan mencari jalan cepat demi mencapai tujuan.
Jari tengah
Dalam kepercayaan masayarakat China, jari tengah kaki mengasosiasikan energi dan keinginan. Jika jari tengah Anda panjang, menandakan Anda orang yang penuh energi dan ide, terutama dalam bidang pekerjaan. Semakin panjang jari tengah kaki, maka makin besar dorongan untuk berhasil dalam karir.
Anda cenderung perfeksionis dan bisa mencapai banyak hal dengan tekad dan energi yang sangat besar. Kekurangannya adalah Anda cenderung mendahulukan pekerjaan dan suka melupakan kesenangan termasuk cinta dan keluarga.
Jari manis
Jari manis kaki yang panjang dan lurus, menunjukkan kalau Anda pribadi yang sangat mengutamakan keluarga. Ketidakbahagiaan dalam hubungan asmara bisa dilihat jika bentuk jari tengah kaki tidak terlalu lurus. Anda merupakan pendengar dan pengasuh yang baik. Sehingga, sulit untuk tak memikirkan masalah orang lain. Menurut kepercayaan masyarakan China, jari tengah yang panjang juga menandakan Anda orang yang lembut dan mudah
Jari kelingking
Kekanakan merupakan karakteristik dari orang-orang dengan jari kelingking yang sangat kecil. Anda juga tipe orang yang suka menghindar dari tanggung jawab, mudah bosan dan selalu ingin mencari hiburan.
Anda juga tipe pribadi yang sangat menyenangkan untuk diajak bergaul sehingga memiliki banyak teman. Lalu, jika Anda dapat menggerakkan jari kelingking menjauh dari ujung jari manis kaki, Anda adalah seorang impulsif, petualang, menawan, dan sangat menggoda.
Itu karena, kaki dipercaya merupakan cerminan kondisi tubuh dan kepribadian. Setiap benjolan, luka atau sakit di kaki bisa jadi indikasi fisik dari gangguan di area tubuh yang lain.
Dilansir dari Daily Mail, Jane Sheehan, ahli refleksologi dan penulis buku refleksi, mengungkap bagaimana kepribadian seseorang bisa dilihat jari kakinya. Penasaran bagaimana penggambarannya? Lihat saja jari kaki Anda, dan baca petunjuk berikut.
Jari jempol
Jika jempol kaki lebih panjang dari jari kaki yang lain, Anda adalah seorang pemikir, pintar dan kreatif. Anda memiliki solusi cerdik untuk mengatasi masalah dan penuh dengan ide baru.
Anda tidak pernah bingung untuk mencari jawaban dan dapat melihat sesuatu dari sudut yang berbeda. Sisi negatifnya, Anda mungkin memiliki masalah untuk bisa fokus pada satu hal. Lalu, jika jempol kaki kecil, ini menunjukkan bahwa Anda adalah seorang multitasker. Dan, sangat andal memanfaatkan pesona diri untuk membujuk orang lain agar setuju dengan ide Anda.
Jari telunjuk
Semakin panjang telunjuk kaki, maka makin tinggi kualitas kepemimpinan yang Anda miliki. Anda merupakan pribadi yang dinamis dan penuh dengan akal. Tetapi, keinginan Anda untuk mendapatkan sesuatu kadang menjadi bentuk obsesi dan membuat kesan otoriter.
Di masyarakat India, para ibu calon pengantin pria seringkali memerhatikan jari telunjuk kaki calon menantu perempuannya. Jika telunjuk kakinya sangat panjang, mereka biasanya tidak akan menyetujui hubungan pernikahan, karena menganggap sang perempuan akan suka memerintah suaminya.
Lalu, jika telunjuk kaki Anda agak pendek, tandanya Anda pribadi yang sangat menikmati proses. Anda menghargai harmoni dalam segala hal, dan tak akan mencari jalan cepat demi mencapai tujuan.
Jari tengah
Dalam kepercayaan masayarakat China, jari tengah kaki mengasosiasikan energi dan keinginan. Jika jari tengah Anda panjang, menandakan Anda orang yang penuh energi dan ide, terutama dalam bidang pekerjaan. Semakin panjang jari tengah kaki, maka makin besar dorongan untuk berhasil dalam karir.
Anda cenderung perfeksionis dan bisa mencapai banyak hal dengan tekad dan energi yang sangat besar. Kekurangannya adalah Anda cenderung mendahulukan pekerjaan dan suka melupakan kesenangan termasuk cinta dan keluarga.
Jari manis
Jari manis kaki yang panjang dan lurus, menunjukkan kalau Anda pribadi yang sangat mengutamakan keluarga. Ketidakbahagiaan dalam hubungan asmara bisa dilihat jika bentuk jari tengah kaki tidak terlalu lurus. Anda merupakan pendengar dan pengasuh yang baik. Sehingga, sulit untuk tak memikirkan masalah orang lain. Menurut kepercayaan masyarakan China, jari tengah yang panjang juga menandakan Anda orang yang lembut dan mudah
Jari kelingking
Kekanakan merupakan karakteristik dari orang-orang dengan jari kelingking yang sangat kecil. Anda juga tipe orang yang suka menghindar dari tanggung jawab, mudah bosan dan selalu ingin mencari hiburan.
Anda juga tipe pribadi yang sangat menyenangkan untuk diajak bergaul sehingga memiliki banyak teman. Lalu, jika Anda dapat menggerakkan jari kelingking menjauh dari ujung jari manis kaki, Anda adalah seorang impulsif, petualang, menawan, dan sangat menggoda.
Waspada Bahaya Sayur dan Buah Pastikan membersihkan buah dan sayur dengan teliti sebelum mengonsumsinya.
VIVAnews - Buah dan sayur merupakan sumber vitamin dan mineral yang selalu disarankan ada dalam menu sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, sejumlah sayur dan buah berpotensi menjadi racun yang membahayakan tubuh.
Profesor Ahmad Sulaeman, pakar keamanan pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan, potensi itu tak lepas dari cemaran bahan kimia pertanian, seperti pestisida, melebihi ambang batas kewajaran.
Ia menyebut dua jenis pestisida yang biasa mencemari produk pangan segar. Pertama, yang sifatnya sistemik atau telah menyebar ke seluruh bagian sayur dan buah. Kedua, yang hanya mencemari permukaan bahan pangan sehingga masih bisa diatasi dengan cara mencuci atau menghilangkan kulitnya.
"Kalau sistemik sulit dihilangkan," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Peduli Keamanan Pangan itu, dalam acara Nutritalk Sari Husada 'Pemenuhan Kebutuhan Gizi Mikro, Tantangan Terbesar Anak Masa Kini', Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2011
Ia menyebut bahan makanan segar yang paling beresiko tinggi mengandung residu pestisida adalah apel, pir, peach, anggur, buncis, tomat, stroberi, bayam, cabe, melon, selada dan berbagai jus. Buah dan sayuran segar berkulit lembut cenderung mengandung residu lebih banyak daripada buah dan sayuran berkulit tebal atau bercangkang.
"Tapi waspada juga buah berkulit seperti kelengkeng, jangan biasakan menggigit kulitnya untuk membuka, karena kecenderungan kelengkeng tak dicuci padahal kulit potensial menyimpan residu pestisida," katanya.
Paparan pestisida dalam tubuh manusia bisa memicu beragam masalah kesehatan jangka panjang seperti gangguan memori, leukimia, gangguan motorik, dan keguguran. Pestisida golongan antiandrogenik bahkan dapat memicu demaskulinisasi yang mengacaukan hormon pria. Pria yang mengalami kondisi ini akan cenderung menjadi feminin dan dapat mengalami pengecilan alat kelamin dalam jangka panjang.
Berdasar data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2010, cemaran bahan kimia menempati urutan ketiga sebagai agen penyebab keracunan pangan yakni sebesar 19,13. Urutan pertama ditempati mikrobiologi.
Profesor Ahmad Sulaeman, pakar keamanan pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan, potensi itu tak lepas dari cemaran bahan kimia pertanian, seperti pestisida, melebihi ambang batas kewajaran.
Ia menyebut dua jenis pestisida yang biasa mencemari produk pangan segar. Pertama, yang sifatnya sistemik atau telah menyebar ke seluruh bagian sayur dan buah. Kedua, yang hanya mencemari permukaan bahan pangan sehingga masih bisa diatasi dengan cara mencuci atau menghilangkan kulitnya.
"Kalau sistemik sulit dihilangkan," ujar pria yang juga menjabat Wakil Ketua Umum Asosiasi Masyarakat Peduli Keamanan Pangan itu, dalam acara Nutritalk Sari Husada 'Pemenuhan Kebutuhan Gizi Mikro, Tantangan Terbesar Anak Masa Kini', Jakarta, Kamis, 13 Oktober 2011
Ia menyebut bahan makanan segar yang paling beresiko tinggi mengandung residu pestisida adalah apel, pir, peach, anggur, buncis, tomat, stroberi, bayam, cabe, melon, selada dan berbagai jus. Buah dan sayuran segar berkulit lembut cenderung mengandung residu lebih banyak daripada buah dan sayuran berkulit tebal atau bercangkang.
"Tapi waspada juga buah berkulit seperti kelengkeng, jangan biasakan menggigit kulitnya untuk membuka, karena kecenderungan kelengkeng tak dicuci padahal kulit potensial menyimpan residu pestisida," katanya.
Paparan pestisida dalam tubuh manusia bisa memicu beragam masalah kesehatan jangka panjang seperti gangguan memori, leukimia, gangguan motorik, dan keguguran. Pestisida golongan antiandrogenik bahkan dapat memicu demaskulinisasi yang mengacaukan hormon pria. Pria yang mengalami kondisi ini akan cenderung menjadi feminin dan dapat mengalami pengecilan alat kelamin dalam jangka panjang.
Berdasar data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tahun 2010, cemaran bahan kimia menempati urutan ketiga sebagai agen penyebab keracunan pangan yakni sebesar 19,13. Urutan pertama ditempati mikrobiologi.
Stres , Biang Keladi Masalah Kesehatan
VIVAnews - Stres memang menjadi biang keladi masalah kesehatan. Penelitian terbaru bahkan mengungkapkan bahwa stres kronis dapat mengarah pada kerusakan DNA.
Untuk membuktikan hal ini, para ilmuwan melakukan uji coba terhadap tikus percobaan. Ketika stres, kromosom pada hewan pengerat tersebut menunjukkan sebuah kelainan.
Para ilmuwan dari Pusat Kesehatan Universitas Duke mensinyalir hal ini akibat kerusakan fungsi zat-zat yang berperan dalam perlindungan DNA. Menurut Robert J. Lefkowitz, stres mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar adrenalin dan perubahan kadar protein p53.
Adrenalin berfungsi untuk menjaga kadar gula dalam darah. Peningkatan kadar yang signifikan dapat menyebabkan munculnya sel-sel kanker. Sedangkan protein p53 berfungsi sebagai penjaga sel DNA dari sel kanker. Protein ini tidak akan membiarkan terjadinya penyimpangan dalam DNA.
Ketika stres berkepanjangan, protein tersebut berada pada tingkat terendah dalam jangka waktu yang lama sehingga memungkinkan terjadinya kelainan DNA. Hal ini pun menyebabkan terjadinya tanda-tanda penuaan dini seperti munculnya uban (premature grey), keriput, hingga penyakit yang mematikan seperti kanker.
Jadi, jika Anda ingin selalu terlihat cantik dan sehat dalam jangka waktu yang panjang, hindari stres dan jauhkan masalah dari kehidupan Anda. (eh)
Untuk membuktikan hal ini, para ilmuwan melakukan uji coba terhadap tikus percobaan. Ketika stres, kromosom pada hewan pengerat tersebut menunjukkan sebuah kelainan.
Para ilmuwan dari Pusat Kesehatan Universitas Duke mensinyalir hal ini akibat kerusakan fungsi zat-zat yang berperan dalam perlindungan DNA. Menurut Robert J. Lefkowitz, stres mengakibatkan terjadinya peningkatan kadar adrenalin dan perubahan kadar protein p53.
Adrenalin berfungsi untuk menjaga kadar gula dalam darah. Peningkatan kadar yang signifikan dapat menyebabkan munculnya sel-sel kanker. Sedangkan protein p53 berfungsi sebagai penjaga sel DNA dari sel kanker. Protein ini tidak akan membiarkan terjadinya penyimpangan dalam DNA.
Ketika stres berkepanjangan, protein tersebut berada pada tingkat terendah dalam jangka waktu yang lama sehingga memungkinkan terjadinya kelainan DNA. Hal ini pun menyebabkan terjadinya tanda-tanda penuaan dini seperti munculnya uban (premature grey), keriput, hingga penyakit yang mematikan seperti kanker.
Jadi, jika Anda ingin selalu terlihat cantik dan sehat dalam jangka waktu yang panjang, hindari stres dan jauhkan masalah dari kehidupan Anda. (eh)
Benci Tanpa Sebab? Salahkan Otak
VIVAnews - Anda pernah membenci orang lain tanpa alasan? Bisa jadi itu bukan karena Anda memang memiliki perasaan benci. Namun, sedang dalam keadaan depresi dan otak memproses rasa benci dengan cara yang tidak normal.
Hal ini menurut hasil studi tim peneliti dari China dan Inggris. Mereka membandingkan hasil pemindaian otak orang depresi dan orang normal. Diketahui, adanya pola yang hampir sama pada orang depresi.
Yaitu aktivitas otak mereka tidak sinkron dalam tiga area kolektif yang dikenal sebagai "sirkuit kebencian". Area ini, dalam percobaan sebelumnya terbukti menjadi aktif ketika orang depresi melihat foto orang yang mereka tak suka.
"Kami cukup terkejut dengan hasil ini," kata Jianfeng Feng, professor dari University of Warwick, dikutip dari Health.com.
Perasaan membenci diri sendiri merupakan gejala umum dari depresi. Sehingga, menurut Feng, orang depresi akan mengalami perasaan benci yang lebih dalam saat berhadapan dengan orang lain.
Dari pengamatan, gangguan otak ini bisa jadi tanda bahwa orang depresi memiliki gangguan kemampuan untuk mengatasi masalah dan belajar dari situasi sosial, saat mereka merasakan kebencian. Ini juga bisa menjelaskan mengapa rasa benci bisa cepat berubah jadi bentuk kemarahan.
Studi yang dipublikasi dalam Journal Molecular Psychiatry pada awal Oktober 2011 ini, adalah penelitian pertama yang menghubungkan gangguan di 'sirkuit kebencian' dengan perasaan depresi. Nantinya, temuan ini dapat membantu dokter memahami reaksi orang depresi pada kondisi tertentu
""Pasien dengan kondisi ini biasanya mulai meragukan diri sendiri dan mereka menarik diri dari situasi sosial. Sirkuit kebencian mungkin ada hubungannya dengan itu," kata Madhkar Trivedi, MD, Director of the Mood Disorders Program di University of Texas. (sj)
Hal ini menurut hasil studi tim peneliti dari China dan Inggris. Mereka membandingkan hasil pemindaian otak orang depresi dan orang normal. Diketahui, adanya pola yang hampir sama pada orang depresi.
Yaitu aktivitas otak mereka tidak sinkron dalam tiga area kolektif yang dikenal sebagai "sirkuit kebencian". Area ini, dalam percobaan sebelumnya terbukti menjadi aktif ketika orang depresi melihat foto orang yang mereka tak suka.
"Kami cukup terkejut dengan hasil ini," kata Jianfeng Feng, professor dari University of Warwick, dikutip dari Health.com.
Perasaan membenci diri sendiri merupakan gejala umum dari depresi. Sehingga, menurut Feng, orang depresi akan mengalami perasaan benci yang lebih dalam saat berhadapan dengan orang lain.
Dari pengamatan, gangguan otak ini bisa jadi tanda bahwa orang depresi memiliki gangguan kemampuan untuk mengatasi masalah dan belajar dari situasi sosial, saat mereka merasakan kebencian. Ini juga bisa menjelaskan mengapa rasa benci bisa cepat berubah jadi bentuk kemarahan.
Studi yang dipublikasi dalam Journal Molecular Psychiatry pada awal Oktober 2011 ini, adalah penelitian pertama yang menghubungkan gangguan di 'sirkuit kebencian' dengan perasaan depresi. Nantinya, temuan ini dapat membantu dokter memahami reaksi orang depresi pada kondisi tertentu
""Pasien dengan kondisi ini biasanya mulai meragukan diri sendiri dan mereka menarik diri dari situasi sosial. Sirkuit kebencian mungkin ada hubungannya dengan itu," kata Madhkar Trivedi, MD, Director of the Mood Disorders Program di University of Texas. (sj)
Semakin Awet Muda dengan Yoga
VIVAnews - Rutinitas kerja yang melelahkan bisa merusak penampilan. Bahkan Anda pun bisa terlihat lebih tua. Agar senantiasa awet muda meski aktif ditempat kerja, ada cara sederhana yang bisa Anda lakukan.
Melakukan olahraga yoga, adalah salah satu cara efektif mempertahankan penampilan awet muda.
Aktris India, Rani Mukerji, adalah salah satu dari sekian banyak orang yang telah membuktikan dan merasakan khasiat dari yoga. Dia mengatakan, "Yoga merupakan hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk tubuh dan pikiran,” katanya seperti dikutip laman Times of India.
Salah satu gerakan yoga yang bisa mempertahankan keremajaan tubuh dan kulit adalah pijat organ internal. Cara ini diyakini mampu memberikan cahaya muda pada kulit. “Mungkin sedikit mengejutkan, baik pria maupun wanita yang rutin melakukan latihan yoga bisa terlihat 10 tahun lebih muda,” katanya.
Tidak hanya Rani yang meyakini khasiat Yoga, Swami Ramdev Baba, pelatih yoga, bahkan mengatakan, gerakan yoga juga dapat membuat tubuh bebas dari penyakit. Menariknya, yoga kini telah dikenal masyarakat dunia. Yoga pertama kali diperkenalkan oleh tentara AS dalam latihan kebugaran fisik.
Mickey Mehta merasa bahwa di dunia modern, praktek tradisional yoga masih dapat mengintegrasikan dan menyelaraskan aspek yang berbeda darikehidupan manusia.
Dia pun mengajarkan bahwa dengan yoga bisa membantu mengatur keseimbangan, kesehatan dan energi untuk pikiran, tubuh dan jiwa. Ia juga mengikuti berbagai jenis yoga, yang membantu meredam stres dan mampu membuat tubuh lebih rileks. "Yoga dapat dimulai pada awal kehidupan sehingga manfaat yang dirasakan bisa bertahan lama."
Melakukan olahraga yoga, adalah salah satu cara efektif mempertahankan penampilan awet muda.
Aktris India, Rani Mukerji, adalah salah satu dari sekian banyak orang yang telah membuktikan dan merasakan khasiat dari yoga. Dia mengatakan, "Yoga merupakan hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk tubuh dan pikiran,” katanya seperti dikutip laman Times of India.
Salah satu gerakan yoga yang bisa mempertahankan keremajaan tubuh dan kulit adalah pijat organ internal. Cara ini diyakini mampu memberikan cahaya muda pada kulit. “Mungkin sedikit mengejutkan, baik pria maupun wanita yang rutin melakukan latihan yoga bisa terlihat 10 tahun lebih muda,” katanya.
Tidak hanya Rani yang meyakini khasiat Yoga, Swami Ramdev Baba, pelatih yoga, bahkan mengatakan, gerakan yoga juga dapat membuat tubuh bebas dari penyakit. Menariknya, yoga kini telah dikenal masyarakat dunia. Yoga pertama kali diperkenalkan oleh tentara AS dalam latihan kebugaran fisik.
Mickey Mehta merasa bahwa di dunia modern, praktek tradisional yoga masih dapat mengintegrasikan dan menyelaraskan aspek yang berbeda darikehidupan manusia.
Dia pun mengajarkan bahwa dengan yoga bisa membantu mengatur keseimbangan, kesehatan dan energi untuk pikiran, tubuh dan jiwa. Ia juga mengikuti berbagai jenis yoga, yang membantu meredam stres dan mampu membuat tubuh lebih rileks. "Yoga dapat dimulai pada awal kehidupan sehingga manfaat yang dirasakan bisa bertahan lama."
Perbanyak Teman Agar Otak Makin Besar
VIVAnews - Jangan ragu untuk menambah teman di Facebook. Bukan hanya memperbesar jaringan pertemanan Anda, ada keuntungan lain yang bisa didapatkan. Faktanya, makin banyak teman di Facebook, makin besar otak Anda.
Hasil penelitian tim yang terdiri dari para ahli syaraf University College London menemukan ada korelasi antara jumlah teman di Facebook dengan ukuran area tertentu dalam otak.
Penelitian yang dipublikasi dalam Journal Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences ini, melibatkan 125 mahasiswa yang aktif menggunakan Facebook.
Pemindaian otak pun dilakukan dan hasilnya berupa gambar kondisi otak secara detil. Diketahui, area otak seperti amigdala, yang terkait dengan keterampilan sosial, penalaran emosional dan pemahaman, terlihat lebih abu-abu pada mahasiswa yang memiliki banyak teman di Facebook.
"Situs jejaring sosial memiliki pengaruh besar, sekarang kami mengerti efeknya pada otak," kata Profesor Geraint Rees, salah satu peneliti, dikutip dari NY Daily News.
Kemungkinan besar, menurut Rees, ada faktor lain yang mendorong perubahan struktur otak dan ini berhubungan dengan jumlah teman. Meskipun efeknya tak terlalu besar namun bisa sedikit menjawab pertanyaan bagaimana efek internet pada otak.
"Signifikansinya memang tidak begitu banyak, tetapi memberikan kita cara untuk menjawab pertanyaan bagaimana internet adalah mengubah otak kita," kata Ryota Kanai, penulis utama studi ini.
Hasil penelitian tim yang terdiri dari para ahli syaraf University College London menemukan ada korelasi antara jumlah teman di Facebook dengan ukuran area tertentu dalam otak.
Penelitian yang dipublikasi dalam Journal Proceedings of the Royal Society B Biological Sciences ini, melibatkan 125 mahasiswa yang aktif menggunakan Facebook.
Pemindaian otak pun dilakukan dan hasilnya berupa gambar kondisi otak secara detil. Diketahui, area otak seperti amigdala, yang terkait dengan keterampilan sosial, penalaran emosional dan pemahaman, terlihat lebih abu-abu pada mahasiswa yang memiliki banyak teman di Facebook.
"Situs jejaring sosial memiliki pengaruh besar, sekarang kami mengerti efeknya pada otak," kata Profesor Geraint Rees, salah satu peneliti, dikutip dari NY Daily News.
Kemungkinan besar, menurut Rees, ada faktor lain yang mendorong perubahan struktur otak dan ini berhubungan dengan jumlah teman. Meskipun efeknya tak terlalu besar namun bisa sedikit menjawab pertanyaan bagaimana efek internet pada otak.
"Signifikansinya memang tidak begitu banyak, tetapi memberikan kita cara untuk menjawab pertanyaan bagaimana internet adalah mengubah otak kita," kata Ryota Kanai, penulis utama studi ini.
Langganan:
Komentar (Atom)