Selasa, 29 November 2011

Kapsul Khusus Deteksi Penyakit Pencernaan

VIVAnews - Para ilmuwan berhasil menciptakan sebuah kapsul khusus yang membantu pengobatan Sindroma Iritasi Usus (IBS) serta gangguan pencernaan lainnya. Pengobatan ini memungkinkan dokter untuk memperoleh data akurat mengenai keadaan pencernaan pasien.

Saat bekerja, kapsul yang merupakan mesin mini akan melewati saluran pencernaan dan menganalisis peristiwa-peristiwa kunci dalam proses pencernaan seperti seberapa cepat makanan masuk ke usus, keasaman lambung, suhu dan tekanan dalam saluran pencernaan.

Semua informasi yang dikumpulkan akan ditampilkan pada komputer dan dalam beberapa hari akan menampilkan kondisi perut pasien.

Ilmuwan Rumah Sakit Princess Grace London menjadi pusat medis di Eropa yang pertama kali menguji kapsul ini. Menurut mereka, keunikannya adalah tidak hanya mentransfer gambar saluran pencernaan seperti yang dilakukan beberapa pengobatan sejenis, tetapi juga mengidentifikasi keadaan yang ada di dalamnya.

Namun, pemeriksaan ini tak murah. Satu kali prosedur di RS Princess Grace membutuhkan biaya £1.750 sekitar Rp24,4 juta.


• VIVAnews

Gangguan Tidur Terbaru: Kirim SMS Saat Pulas

VIVAnews - Berjalan dan berbicara ketika tidur adalah gangguan tidur yang biasa bagi sebagian orang. Namun, pernahkah Anda mengirim pesan pendek ketika tidur?

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di Australia melihat sebuah fenomena aneh saat orang tertidur. Tak lagi berbicara ataupun berjalan, tetapi semakin banyak orang yang mengirim pesan singkat ketika mereka tertidur pulas.

Penyebabnya? Para ahli percaya bahwa hal ini disebabkan oleh stres dari banyaknya aktivitas yang harus dilakukan ketika terjaga.

Kondisi ini pun mengakibatkan penderita mengirim pesan teks yang tidak beraturan pada teman ataupun keluarga. Karena sedang tertidur pulas, mereka pun tidak menyadari telah mengirimkan pesan. Ponsel pintar disebut sebagai penyebab atas kondisi ini, mengingat sulit rasanya jauh dari ponsel bahkan ketika Anda tertidur.

"Kami memiliki pasien yang mengaku telah mengirim pesan teks ke teman dan keluarga saat mereka tidur," ujar Dr David Cunnington dari Melbourne Sleep Disorder Centre in Australia, dikutip Female First.

Meski demikian, menurutnya kondisi ini masih sedikit ditemukan. Namun, ada kecenderungan untuk berkembang.

"Saat ini, sangat mudah untuk menerima email, ataupun notifikasi dari sosial media. Hal ini mengakibatkan kita sulit untuk memisahkan waktu tidur dengan waktu terjaga," paparnya.

Dr Cunnington pun menambahkan bahwa tidur dengan smartphone di samping bantal membuat Anda lebih sulit mendapatkan kualitas tidur yang baik tanpa merasa harus membalas email atau memeriksa akun Facebook.

"Kuncinya adalah setiap orang harus menghormati waktu tidur mereka dan
berusahan untuk mematikannya pada malam hari."
• VIVAnews

5 Tips Cegah Mata Kering

VIVAnews - Jika mata Anda sering terasa gatal, disertai rasa perih dan kemerahan bisa jadi dalam kondisi kering. Pemicunya antara lain alergi, polusi, terlalu lama di depan komputer atau cuaca panas.

Hormon juga sangat berpengaruh. Wanita yang berusia di atas 40, produksi air matanya akan berkurang secara signifikan, karena perubahan hormon. Untuk mencegahnya atau mengurangi 'siksaan' mata kering, lakukan saja lima hal berikut, yang dilansir dari Prevention.com.

1. Pilih lensa kontak bebas pengawet
Jika Anda menggunakan lensa kontak, pilih yang tidak mengandung bahan pengawet. Itu karena, bahan pengawet bisa menimbulkan reaksi pada mata berupa rasa perih, kering dan gatal. Jadi, cobalah lebih selektif dalam memilih lensa kontak.

2. Hindari penggunaan obat tetes mata
Jangan segera mengggunakan obat tetes mata jika mata terasa kering tapi tidak merah. Obat tersebut mengandung decongestan yang bisa mengecilkan pembuluh darah mata.

"Lagipula, fungsi obat tetes mata adalah mengatasi kemerahan dan iritasi, bukan mata kering," kata Silvia Orengo-Nania, asisten profesor klinis optalmologi di Baylor College of Medicin, Houston, AS.

3. Buat suhu di ruangan lebih lembab
Pendingin ruangan dalam ruang kerja Andajuga bisa memicu mata kering. Untuk itu, tingkatkan kelembaban di ruangan kerja dengan menempatkan alat pelembab atau jika memungkinkan, sesekali bukalah jendela.

4. Kurangi konsumsi minuman beralkohol
Minum minuman beralkohol bukan hanya membuat mulut kering, tetapi juga mata Anda. Jika memang Anda suka minum-minuman beralkohol, sebaiknya kurangi konsumsinya agar terhindar dari risiko mata kering.

5. Perawatan sebelum tidur
Seringkali saat bangun pagi mata terasa kering, perih dan gatal? Anda bisa mencegahnya dengan mengenakan salep pelembab mata yang banyak tersedia di apotek. Aplikasikanlah sebelum tidur. Karena membuat penglihatan agak tidak jelas, sebaiknya hanya digunakan pada malam hari.
• VIVAnews

Ayam dan Telur Ampuh Kurangi Risiko Pikun

VIVAnews - Ingin memiliki ingatan tajam meski usia telah lanjut? Masukkan telur dan ayam sebagai menu harian Anda. Ilmuwan menemukan, diet kaya kolin mampu melindungi otak dari penuaan lebih lama.

Nutrisi dari keluarga vitamin B ini banyak ditemukan dalam makanan seperti ayam, telur, ikan laut serta kacang-kacangan seperti kacang merah. Para peneliti di Universitas Boston menemukan, orang yang mengasup kolin dalam diet menjalani tes memori yang lebih baik daripada mereka yang kurang diet ini. Sementara, kekurangan bahan ini dalam otak terkait dengan kecenderungan demensia (pikun).

Temuan menambah bukti baru bahwa diet sepanjang usia akan memengaruhi usia otak seseorang. Namun peneliti senior Dr Rhoda Au, mengingatkan satu nutrisi bukanlah satu-satunya cara menangkal demensia. "Saya pikir pesannya adalah makan makanan yang sehat dan seimbang pada usia tengah baya adalah sangat penting," katanya.

Penelitian sebelumnya telah menemukan diet gaya Mediterania, yang mencakup ikan, sayuran dan minyak zaitun, mungkin memiliki efek perlindungan terhadap otak.

Untuk studinya, Dr Au menyisir survei kesehatan dalam jangka panjang. Sebanyak 1.400 orang dewasa berusia 36-83 tahun menjawab kuesioner diet antara 1991-1995. Kemudian, antara 1998-2001, mereka menjalani tes memori dan kemampuan kognitif lain serta scan otak MRI.

Studi ini menemukan, pria dan wanita yang memiliki asupan kolin paling tinggi melakukan tes lebih baik, dengan pertimbangan faktor-faktor termasuk pendidikan dan lemak dan asupan kalori. Mereka juga terbukti lebih sedikit memiliki area putih pada bagian otak mereka.

Saat usia mencapai tengah baya, di daerah otak, intensitas tinggi area putih otak dianggap tanda penyakit pembuluh darah yang merupakan sinyal peningkatan risiko stroke atau demensia.

Dr Au mengatakan, orang yang tidak mengonsumsi kolin memang tidak akan melihat 'perbedaan' berarti. Namun, temuan menggarisbawahi bahwa asupan kolin rendah lebih cenderung mengarahkan orang pada penurunan mental. Para ahli umumnya merekomendasikan bahwa pria membutuhkan 550mg kolin per hari, sementara wanita harus mengasup 425mg. (umi)
• VIVAnews

Sensasi Kenyamanan Karpet Rumput

VIVAnews - Tinggal di apartemen atau rumah mungil yang tak memiliki halaman, bukan berarti tak bisa bercocok tanam. Justru dengan keterbatasan tersebut, seorang desainer produk menciptakan karpet unik, yang dibutuhkan ketelatenan untuk menjadikannya alas yang nyaman dan hangat.

Adalah Pia Wustenberg, yang mengembangkan karpet dari rumput. Produk yang diberi nama The Living Carpet ini, teksturnya lembut seperti bantal berwarna abu-abu. Di dalamnya terdapat bibit rumput, yang didesain khusus dan memiliki pola tertentu.

Saat tumbuh, nantinya rumput bisa berbentuk bunga atau keriting spiral. Pia mendeskripsikannya sebagai 'kualitas organisme hidup dalam benda mati'.

"Saya suka hiruk-pikuk kota, tapi saya benar-benar merindukan sebuah taman yang bisa duduk di situ dan merawatnya. Inilah yang membuat saya terinspirasi untuk membuat karpet taman," kata Pia, dikutip dari Daily Mail.

Lumut dan biji rumput dijahit ke dalam lapisan karpet secara hati-hati. Untuk menumbuhkan rumput, hanya membutuhkan siraman air, sehingga sensasinya seperti memiliki taman dalam ruangan.

"Karpet terbuat dari serat alpaka, yang lembut, tetapi bisa merangsang lumut untuk tumbuh. Dibutuhkan waktu lama untuk menjahit lumut pada karpet . Untuk karpet ukuran besar memakan waktu sekitar tiga hari dengan biaya sekitar £1.000 (Rp14 juta)," ujar Pia.

Ia juga mengembangkan konsep furnitur taman dalam ruangan. Yaitu, menciptakan sebuah sofa yang bisa jadi 'perkebunan' kentang. Satu kali panen sofa ini bisa menghasilkan lebih dari tiga kilogram kentang. Anda ingin memilikinya? (art)

Mimpi Bisa Membantu Meringankan Trauma

VIVAnews - Banyak orang yang tengah mengalami stres emosional dan pengalaman buruk enggan tidur karena merasa hal itu takkan membantu meringankan penderitaan mereka. Namun, tahukah Anda bahwa tidur dan bermimpi akan mengurangi trauma dan kenangan buruk.

Peneliti dari Universitas California, Berkeley menemukan, selama fase bermimpi (Rapid Eye Movement/REM) kita memproses pengalaman emosional dan membantu untuk menepikan kenangan yang menyakitkan.

Penulis studi, Els van der Helm, mengatakan, "Selama tidur REM, kenangan diaktifkan kembali, disimpan dalam perspektif, terhubung dan terintegrasi, tetapi dengan kondisi zat kimia penyebab stres menurun."

Tim meneliti 35 orang dewasa muda yang sehat dan membagi mereka dalam dua kelompok. Semuanya melihat 150 gambar emosional, dua kali dengan selang 12 jam. Kedua kelompok menjalani pindai MRI untuk mengukur aktivitas otak mereka.

Setengah peserta melihat gambar di pagi hari dan malam hari. Sebagiannya melihat pada tengah malam dan keesokan pagi setelah bangun tidur. Mereka yang melihat tampilan gambar sebelum dan setelah tidur mengakui penurunan signifikan pada reaksi emosi saat melihat gambar untuk kedua kalinya.

Pindai MRI menunjukkan, tidur menyebabkan penurunan dramatis di amigdala, bagian dari otak yang memproses emosi. Hal ini memungkinkan korteks prefrontal atau otak 'rasional' mengontrol reaksi emosional peserta. Selain itu, aktivitas zat kimia stres dalam otak juga berkurang selama tidur.

Penulis studi, Profesor Matthew Walker, berkata, "Tahap mimpi memiliki neurokimia unik, yang memberi semacam terapi menenangkan dan menghilangkan pengalaman emosional buruk di hari sebelum itu,' katanya seperti dikutip Daily Mail.

Temuan dapat menjelaskan mengapa orang dengan pasca-traumatic stress disorder (PTSD), seperti veteran perang mengalami mimpi buruk berulang. Para peneliti mengatakan, terapi tidur dapat digunakan bagi penderita PSTD untuk menghidupkan kembali semua kenangan sekaligus dibersihkan dari memori saat tidur.

Studi diterbitkan dalam jurnal Current Biology, menyajikan bahwa bermimpi memiliki fungsi emosional yang biasanya menjadi 20 persen dari jam tidur manusia yang sehat. Profesor Walker mengatakan bermimpi penting untuk melembutkan kekuatan emosional dari pengalaman. "Kami akan merasa lebih baik dan kita bisa mengatasinya," katanya.
• VIVAnews

Konsumsi Empat Asupan Ini Saat Banyak Makan

VIVAnews - Akhir pekan, biasanya banyak undangan untuk menghadiri berbagai acara. Beragam makanan lezat, mulai dari yang manis hingga gurih pun tersaji. Jika sudah begini, Anda pasti sulit menahan godaan untuk tak mencicipinya.

Akibatnya, Anda makan lebih banyak dari biasanya. Perut pun terasa sangat penuh. Risiko yang dihadapi setelahnya, bisa jadi kadar gula darah dan tekanan darah meningkat. Untuk mencegahnya, konsumsi saja empat makanan dan minuman berikut.

1. Rempah
Menambahkan rempah-rempah pada makanan Anda, bisa mengurangi efek negatif dari makan berlebihan. Dilansir dari Eatingwell, penelitian 2011 yang dipublikasi dalam The Journal of Nutrition menemukan, seseorang yang mengonsumsi makanan dengan campuran dua sendok makan rempah (rosemary, oregano, kayu manis, kunyit, lada hitam, cengkeh, bubuk bawang
putih dan paprika) kadar trigliserida (kolesterol jahat) lebih rendah, serta tingkat insulin dan antioksidan yang lebih tinggi.

Hal ini setelah mereka mengonsumsi makanan berlemak tinggi, dan saat dibandingkan dengan yang tidak banyak mengonsumsi rempah. Para peneliti menyimpulkan, campuran rempah dapat membantu memperlambat penyerapan lemak. Termasuk, meningkatkan produksi antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas berbahaya, yang dihasilkan saat Anda makan berlebihan.

2. Jus jeruk
Menurut penelitian yang dipublikasi dalam The American Journal of Clinical Nutrition 2010, flavonoid, senyawa antioksidan, bisa mengurangi efek kerusakan jantung akibat konsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi. Dalam studi tersebut juga diketahui, orang yang mengonsumsi sarapan berlemak tinggi dan minum jus jeruk, level radikal bebas berbahayanya, cukup rendah.

3. Buah
Jika Anda banyak mengonsumsi makanan berlemak tinggi, seimbangkan dengan konsumsi buah-buahan. Pilih buah yang mengandung kadar antioksidan tinggi seperti, anggur, kiwi dan cherry. Ini akan meminimalisir efek buruk dari lemak.

4. Cuka apel
Setelah mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi, segera konsumsi satu sendok makan cuka apel. Campur saja dengan segelas air jika Anda tak kuat dengan rasa asamnya. Cara ini bisa mengurangi kadar gula dalam darah. (ren)
• VIVAnews