Sabtu, 30 Juli 2011

Kenali Gejala Stres

VIVAnews - Stres memang merupakan sumber penyakit. Namun, tahukah Anda gejala akibat stres yang kerap kali muncul? "Stres dapat menyebabkan perubahan hormonal, masalah kekebalan tubuh, atau perubahan otot yang terjadi diam-diam" ujar Bruce Rabin, MD, PhD, direktur medis dari the University of Pittsburgh Medical Center Healthy Lifestyle Program.

Memang, orang kerap kali tidak menyadari gejala-gejala tersebut sampai mereka merasa terganggu olehnya. Jangan abaikan gejala-gejala ini karena gejala awal akibat stres ini dapat memperburuk kesehatan Anda.

1. Gusi berdarah

Stres dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda. Bakteri di mulut dapat dengan mudah mengiritasi gusi dan menyebabkan peradangan ketika tingkat kekebalan tubuh rendah.

Jika hal ini terjadi pada Anda, lakukan perlindungan ekstra pada mulut. Selain itu, kembalikan kekebalan tubuh dengan berolahraga secara teratur, banyak tidur, mengatur pola makan yang seimbang, serta mengonsumsi multivitamin. Temui dokter gigi secara teratur minimal 6 bulan sekali untuk pembersihan dan pemeriksaan.

2. Pikun

Hormon yang dilepaskan selama terjadinya stres akut dapat mengakibatkan memori jangka pendek. Untungnya efek ini hanya bersifat sementara. Tetapi stres kronis dapat mengakibatkan kerusakan jangka panjang dengan mengubah struktur sel saraf dan otak. Perubahan ini memang dapat kembali seperti semula ketika stres mereda, namun hal ini dapat mengakibatkan gangguan dalam mengingat nama atau arah.

Dalam bekerja, Anda tidak akan terlepas dari stres baik ringan maupun akut. Karenanya selalu gunakan catatan daftar, kalender, atau organizer untuk membantu kerja otak Anda dalam mengingat. Letakkan alat bantu tersebut di tempat yang strategis.

3. Siklus tak menentu

Stres kerap kali membuat siklus haid tidak lancar bahkan tak menentu. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh the Harvard School of Public Health, wanta yang tertekan 2 kali lebih cenderung merasakan nyeri haid parah pada awal masa haid. Zat kimia dalam tubuh yang disebut dengan prostaglandin menyebabkan kontraksi rahim dan kram. Ketika Anda cemas, rasa sakit tersebut akan terasa lebih buruk.

Untuk menghalangi produksi prostaglandin, gunakan obat anti inflamasi nonstreoid seperti ibuprofen ketika rasa sakit muncul, biasanya hari pertama hingga kedua haid. Atau, Anda dapat menggunakan bantal pemanas, minyak kayu putih untuk meringankan rasa sakit.

4. Mimpi buruk

Ketika pikiran Anda kelebihan beban, mimpi buruk mengenai pengalaman-pengalaman yang menakutkan mungkin saja terjadi. Jika hal ini terjadi, jangan pernah terlalu memikirkannya karena hanya akan menambah beban pikiran Anda. Anggap mimpi-mimpi tersebut sebagai psikoterapi bebas atau sebuah petunjuk tentang apa yang membuat Anda tegang. Lalu, tanyakan pada diri Anda apa yang membuat mimpi tersebut terasa begitu nyata.

Namun, jika mimpi buruk terus menghantui Anda, mungkin Anda memerlukan bantuan psikolog untuk menyelesaikan masalah Anda. (eh)
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar